"Mama tahu ada yang nggak beres dengan hubungan kamu dan Dirga sekarang." Menatap Violetta dengan tatapan teduhnya. "Benarkan?" Violetta mengangguk samar seraya menundukkan kepalanya. Matanya kembali basah. Wajah Emily dan Dirga saat berpelukan tercetak jelas di ingatan Violetta. Entah sejak kapan Dirga mengkhianati cintanya dan bersikap seperti laki laki b******k yang hanya memanfaatkan hasrat dari perempuan lain. Sungguh tak habis pikir. Noni mengelus pundak Violetta dengan lembut. "Jangan di tahan. Nggak apa apa kalau mau nangis," katanya sebagai penenang. Saat itu juga Violetta kembali meluapkan emosinya tanpa malu dan ragu. "Seperti ini rasanya sakit hati, Ma?" tanyanya dalam isak tangis. "Apa laki laki semuanya memang b******k? Apa Papa pernah membuat Mama merasa sangat kecewa?"

