"Kamu?" Ucap mas Azzam Aku penasaran siapa wanita ini, bukankah mas Azzam pria soleh yang tidak pernah dekat dengan lawan jenis tapi kenapa ada wanita lain yang berani cium-cium pipinya. "Maaf, Hasna kita bukan muhrim, jadi tolong jangan seperti ini pada saya" mas Azzam menarik tanganku dan berjalan menjauh. "Tapi Zam, apa kamu lupa?" Ucap wanita itu mengejar mas Azzam "Cukup Hasna, aku sudah tidak ingin mengingat masa lalu itu. Anggap saja saat ini kita tidak saling kenal". ucap mas Azzam menggandeng tanganku dan berjalan cepat kearah parkiran mobil. Padahal baru saja kami sampai, tapi harus kembali lagi, ingin aku bertanya sama mas Azzam, tapi aku tidak pernah melihat wajah mas Azzam semarah ini. Mas Azzam membukakan pintu mobil untukku dan menyuruhku masuk. Aku menurut dengan perin

