Saat Azzam selesai melakukan transaksi ia merangkul bahu Dina dan membawanya berjalan keluar toko dan kembali ke tempat perbelanjaan bahan dapur. Dina masih diam dan syok dengan apa yang dibeli suaminya. "Udah, mukanya gak usah tegang gitu. Udah biasa kali pasangan halal beli kaya gitu." Ucap Azzam sambil mencubit pipi Dina. "Malu Mas. Malu Tahu!!" "Yang Malu itu kalau gak halal, sayang! Lagian ya, itu pahala buat kamu kalau kamu bisa buat suami seneng." "Ahk Mas Azzam selalu aja ada kata-kata yang buat aku kalah." "Loh, emang bener loh sayang. Apa lagi tadi kamu denger sendiri kan? Papa maunya empat dari kita." Bisik Azzam di telinga Dina. Membuat Dina bergidik ngeri. Dan ia melangkahkan kakinya lebih cepat dari Azzam. Azzam tersenyum dan mengejar langkah Dina. "Kok Masnya di tingga

