Part 19

2209 Words

“Gue pengen tau. Gimana rasanya dipeluk ayah?” Bagas terdiam. Pertanyaan Willy sangat dalam bahkan mata cowok itu menampakkan kesedihan. Tanpa perlu bertanya, Bagas dapat menebak hubungan Willy dengan ayahnya pasti tidak baik. Willy masih menunggu jawaban Bagas. Sangat penasaran dengan jawaban cowok itu. Bagas mengalihkan pandangannya. Dia merasa sedih seketika. Matanya jadi berkaca-kaca. Kalau bicara soal ayah dia jadi bawa perasaan. Cepat dia mengusap air matanya. Dia tersenyum sambil menepuk pundak teman barunya. “Jujur, udah 5 tahun bokap gue gak pernah peluk gue lagi. Dia struk, cuma bisa berbaring di kasur. Gak bisa bicara, gak bisa bergerak sedikitpun. Gue yang selalu peluk dia. Rasanya mungkin gak sama jika dia yang meluk gue. Tapi, saat gue di bekapan tubuh dia, gue sangat mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD