Part 40

2029 Words

Willy tersenyum lega di kamarnya. Akhirnya dia dan Aca bisa berpisah dengan cara baik-baik. Walaupun sebenarnya dia merasa kehilangan dan juga kesal karena Aca lebih memilih kembali bersama laki-laki pengecut itu. Tapi sudahlah dia tidak mungkin memaksa diri agar Aca mau mendengarkannya. Dia berharap saja semoga Aca benar-benar akan bahagia. Suara ketukan pintu tiba-tiba terdengar. "Siapa yang datang malam-malam begini?" Dia beranjak ke luar dan membukakan pintu. "Kak Damar," ucapnya saat melihat orang yang datang ke rumahnya. "Kak Damar kok bisa di sini?" Damar tersenyum. Dia lalu memeluk Willy seperti pelukan saudara yang rindu dengan adiknya. Dia mengatakan, "Will, gue minta maaf. Gue udah salah paham sama lo dan maaf juga gue sempat menghajar lo waktu itu." Dia melepaskan pelukann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD