"Itu urusan kamu," gumam Adi. PLAK! Aca mendengar gumaman cowok itu. Dia benar-benar sakit hati. Orang yang selama ini dia cintai tega melakukan itu padanya. "Aku benci sama kamu, Di! Aku benci!" "Aku mau kita putus!" pinta Adi. Mata Aca terbelalak. Putus? "Di, kamu jangan giniin aku dong Di... aku gak mau putus dari kamu. Aku gak mau pisah sama kamu Di..." "Ya udah, gugurin anak itu kalau kamu masih mau sama aku." Aca terdiam. "Kalau kamu masih tetap ingin mempertahankan kandungan kamu. Itu pilihan kamu dan aku gak akan pernah mau bertanggung jawab atas anak itu!" Adi menggenggam pergelangan tangan Aca. Dia menarik Aca agar keluar dari apartemennya. "Di, lepasin Di!" Pinta Aca. Adi tetap berjalan menuju pintu membawa Aca bersamanya. Dia muak dengan tangisan Aca dan permintaan

