Amerika, Washington "Jika kamu berani melaporkan aku maka aku gak akan mengeluarkan uang sepersen pun untuk membayar perawatan Willy. Dia akan mati tanpa alat medis, kan. Maka siap-siaplah menerima hal itu," ucap Anggara di balik telpon. Seli meremas ponselnya. Suaminya itu begitu tega. Kini dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak memiliki uang untuk membayar rumah sakit. Sedangkan Willy masih butuh bantuan para medis. "Kamu jahat!" "Aku gak jahat. Aku cuma kasih kamu pilihan. Kalau memang kamu ingin Willy mati, ya sudah, laporkan aku ke polisi." "Kamu licik Anggara!" Seli meneteskan air mata. "Lupakan kejadian itu. Anggap aja kecelakaan. Kalau anak itu sudah pulih kembali, pulang lah ke rumah." Anggara mematikan telfonya. Seli mengepal tangannya seraya bernapas dengan ritma yang

