Ambulace datang. Tubuh Willy diangkat petugas dan cepat dimasukkan ke dalam ambulance. Seli ikut masuk. Dia duduk sambil terus menggenggam tangan putranya serta mengusap kepala anaknya itu. "Bertahan lah, Will..." "Bunda mohon, bertahan lah... kamu pasti kuat... hiks..." Ambulance segera berangkat. Anggara dan Stefan tetap di rumah. Anggara yang ketakutan pun hanya diam di tempat melihat kepergian putranya. Sedangkan Stefan saat ini menatap sang ayah. "Apa Ayah benar-benar ingin membunuh Willy?" tanya anak itu. Anggara melihat telapak tangannya lalu mengepalnya. "Aku tidak mau memiliki Ayah yang kejam." Anggara melirik anaknya lalu menarik baju anak itu hingga mereka saling berdekatan dan saling menatap nanar. "Kalau kamu tidak mau berakhir seperti Willy, jangan banyak bicara!" Dia

