52 - Mati

1708 Words

"Apa-apa ini, Stef!!" teriak Anggara sembari melempar rapot Stefan yang mendapatkan renking terbawah_semua nilai putranya itu jelek. Tidak ada satupun yang memuaskan. Percuma dia menyekolahkan putranya itu di sekolah mahal jika anaknya itu tidak belajar dengan benar. Stefan menunduk_takut. "Maaf Yah..." "Kalau nilai kamu terus jelek mau jadi apa, kamu?! Hah!" "Ayah udah keluar banyak biaya untuk kamu, harusnya kamu bisa membanggakan ayah! Kamu itu satu-satunya putra ayah, Stefan!" Stefan meneteskan air matanya. "Kenapa nangis?! Kamu pikir tangisan kamu bisa membuat kamu, pintar!? Bisa mengubah semua nilai kamu!" Stefan mengangkat pandangannya. "I've tried Dad. Aku udah seberusaha mungkin." "Berusaha kamu bilang? Gak ada orang yang berusaha terus mendapatkan hasil nilai yang jelek, S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD