"Ca, ngapain kamu di sini?" Aca mengangkat kepalanya. Damar rupanya. Saudaranya itu mengulurkan tangan. Dia pun berdiri dibantu Damar. "Kakak cari-cariin ternyata kamu di sini." "Kak, gimana keadaan papah?" "Papah baik-baik aja. Udah dipindah ke ruang inap." Aca bernapas lega. Akhirnya dia bisa tenang juga. "Kak, aku mau ketemu papah." "Ya udah ayok." Aca beranjak bersama Damar. Mereka pun telah tiba di ruang melati_tempat ruang inap Malik. Ketika pintu terbuka Aca langsung berlari menghampiri papahnya. "Pah, papah gak kenapa-napa, kan? Gak sakit lagi, kan? Maafin Aca ya, Pah... gara-gara Aca papah jadi seperti ini." Walaupun masih lemah, Malik mengusap kepala putrinya. "Gapapa. Kamu gak salah kok. Cuma penyakit papah aja yang kumat." Aca menggenggam tangan papahnya. "Pah, janga

