Indonesia, Jakarta. "Mah... sakit Mah..." Aca terus memegangi perutnya. Dia tidak tahan lagi. Rasanya sakit sekali. Jadi seperti inikah rasanya ingin melahirkan. Sangat membuatnya menderita. Wajar saja jika surga ada di telapak kaki ibu. Sebab perjuangan wanita melahirkan itu sangatlah menyakitkan dan berkorban nyawa. Saat-saat seperti ini dia sadar dia kadang durhaka pada ibunya padahal ibunya susah payah melahirkannya dengan penuh tetesan keringat dan air mata. "Tahan, Ca. Sebentar lagi Bidannya akan datang. Kamu sabar ya." Sita mengusap keringat Aca yang bercucuran. Sebenarnya dia ingin membawa Aca ke rumah sakit namun Aca menolak. Putrinya itu ingin melahirkan di rumah saja. Alasannya karena Aca malu sebab dia melahirkan tanpa sosok suami. "Mah, Bidannya udah datang," ucap Damar mem

