Willy melangkah masuk ke dalam rumah. Tidak beberapa langkah kemudian paman dan tantenya pun menghampirinya dan memeluknya dengan erat. Bahkan tantenya itu sampai meneteskan air mata. "Will, kamu kenapa gak ngabarin apa-apa ke Tante. 7 tahun kami selalu mikirin kamu. Kami takut kamu kenapa-napa. Hiks..." Sita berucap haru lalu melepaskan pelukannya. Willy tersenyum. "Maaf ya, Tan," ucapnya singkat. "Selamat ya Will, Om dengar dari bunda kamu, kamu lulusan terbaik di New York University, predikat Cumlaude dan sekarang bekerja jadi manager di perusahaan besar di Amerika. Kamu hebat," puji Malik merasa bangga pada keponakannya yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri. "Bunda terlalu berlebihan bilangnya. Willy masih merintis kok," balas Willy merendah. Damar tiba-tiba datang dan lan

