Hari ini Nanna akan berangkat ke kampus lagi di antar supir tentunya. Nanna takkan di izinkan untuk membawa kendaraan oleh Rosa sekuat apapun jurusnya meminta izin kepada Neneknya, tidak akan mempan. "Okedeh, Nek. Nanna berangkat sekarang ya...." Nanna mencium kedua pipi wanita itu dengan penuh kasih sayang, sebelum turun dari tangga teras menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah. Pip! Pip! Suara klakson terdengar membuat niat Nanna yang akan membuka pintu mobil tertunda. Kini kepalanya menoleh ke arah gerbang rumahnya. Dia melihat sebuah mobil putih terparkir. 'Mobil itu seperti tidak asing? Kapan aku melihatnya ya?' dia bertanya-tanya dalam dirinya sendiri. Dan setelah otaknya berusaha keras mengingatnya akhirnya kini dia ingat. "Itu kan, mobil Fikar? Kenapa dia di sini?"

