72. Masa Lalu

2402 Words

Author : Siska tersenyum puas melihat Andra mengusap perutnya yang kekenyangan. Tidak sia-sia. Sengaja memasak dua bungkus mie instan karena merasa sangat lapar, nyatanya itu hanya pertanda. Sesungguhnya mie itu untuk Andra yang sangat kelaparan. "Kenyang?" tanya Siska melirik mangkuk yang sudah tandas isinya, bahkan air kuahnya pun habis. "Kenyang banget. Makasih, Sa-Siska." Andra tersenyum getir. Siska menurunkan lengkung bibirnya. "Kenapa?" "Maaf, kebiasaan panggil Sayang kadang susah hilang," keluh Andra. Menyimpan mangkuk lalu meraih botol minum. "Aku ambilin yang baru minumnya," tawar Siska yang juga merasakan sedikit kejanggalan dalam keadaan mereka. "Enggak usah, ini aja." Andra menolak halus. Hening untuk sejenak. Tak ada suara dari keduanya. Hingga kemudian dering ponsel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD