43. Jealous

2868 Words

Andra : Tiga jam aku berdiri di depan gerobak es krim cincau itu! Image sebagai CEO musnah sudah. Celana basah terkena siraman air es, kemeja mulai lusuh, juga lengannya yang sudah kulipat asal di atas siku. Jangan lupakan sepatu pantofel mengkilapku kini sudah berganti menjadi sandal, dasi dan jas yang entah ke mana. Wajahku ...? Benar-benar lengket dan berkeringat! Semua karyawan yang mengantri memberiku senyum manis, atau entah itu mengejek! Mereka tertawa, bercengkerama di depanku. Padahal di hari biasa mereka selalu diam seribu bahasa, jika aku yang bernotabene sebagai bos, lewat di hadapan mereka. "Pak Rey hebat, ya! Mau terjun langsung ke dunia bisnis barunya," celetuk salah seorang karyawan. Bisnis apa? Tidak ada hubungannya seorang arsitek menjadi tukang es krim! "Pak Re

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD