Siska : "Sayang, jangan kayak gitu. Bahaya!" "Enggak boleh! Kamu diem aja, ya? Biar aku yang beresin." "Duduk manis, Sayang. Entar aku bawain." "Stop! Ngemilnya buah sama sayur, enggak boleh keripik pedas terus!" Beberapa larangan Andra yang terdengar histeris di telingaku, setiap aku mekakukan apapun. Oh, tidak! Aku seperti anak kecil yang dilarang ini itu oleh babysitter-nya. Tiga hari sudah Andra membuatku seperti tawanan hidup! Dia mengatur semua kegiatanku. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Jangan makan ini, jangan makan itu. Arghh, Andra! - "Halo, Sayang. Aku udah di depan kampus," ucapnya di seberang telepon. "Iya, bentar. Baru kelar, dosennya baru keluar," sahutku ketus. "Si ganteng kalem, ya?" Vani tersenyum menggodaku. "Iya," jawabku sambil berdiri, meraih tas lalu

