Siska : Sesampainya di rumah sakit, dengan sigap beberapa perawat memindahkan tubuh Andra ke atas brankar. Lalu mendorongnya ke ruang ICU. "Maaf, Mbak. Mohon tunggu di luar." Seorang suster menghalangi langkahku di depan pintu masuk. "Ah, ya." Aku mundur selangkah. "Suster, tolong selamatkan nyawanya," pintaku saat suster itu akan menutup pintu. "Kami berusaha semaksimal mungkin." Suster memberi seulas senyum. Aku masih berdiri di depan pintu. Menatap Andra dari balik kaca. Menangis sejadi-jadinya. "Sayang, kamu enggak apa-apa?" "Lain kali hati-hati, ya?" "Aku cuma takut kamu kenapa-napa, Sayang." "Nyawa sekalipun akan aku berikan buat kamu, dan anak kita." "Kalau udah gini, jadi enggak mau ninggalin." "Ya udah, kamu masuk dulu. Hati-hati, ya! Inget pesan aku, istirahat. Engg

