Kehadiran Pak Mahesa di Bandung sangat-sangat diluar perkiraanku. Duniaku semakin wadidaw saat telingaku menangkap suara terkejut Abah. Aku spontan menoleh ke arah sumber suara dan kepanikan menguasai diriku dari ujung kaki hingga ujung kepala. “Abah─” Abah ternyata sudah ada di rumah dan kini berdiri dibelakangku dengan ekspresi terkejutnya. Aku yang panik dengan cepat menatap ke arah Pak Mahesa sebelum kembali menatap Abah karena Abah buka suara lagi, “Kamu punya calon menantu Abah sama Ambu, Teh? Tapi kemarin kamu cerita─” Aku menggelengkan kepala dan membuka mulutku hendak menjelaskan namun Pak Mahesa sudah lebih dulu buka suara, “Salam kenal, Pak. Nama saya Mahesa Wiradilaga. Saya dipanggil Mahesa atau Esa dan saya ini teman kantor Cantika dari Jakarta.” Abah mengerutkan alisnya b

