34. Calon menantu buat Abah dan Ambu

1185 Words

"Teh?" "A-abah? Abah keluar sama Mas Esa. Mbu." Aku menjawab dengan nada lesu dan Ambu malah mengerutkan alis. "Aduh ada gila-gilanya itu emang itu orang," ucapku tanpa sadar sambil menatap ke luar rumah yang gelap karena malam sudah tiba. Ambu mengerutkan alisnya mendengar ucapanku namun detik berikutnya Ambu sudah kembali ke dapur lagi. Pikiranku kini berada pada Abah dan Pak Mahesa karena tadi Abah mengucapkan pesannya dengan nada tegas jelas aku tidak berani membantah. Aku akhirnya diam di rumah menunggu kepulangan keduanya sementara Ambu masih sibuk di dapur menyiapkan makan malam. Kenapa aku tidak membantu Ambu? Jawabannya singkat. Aku tidak bisa fokus melakukan yang lain. Kepalaku penuh dengan pertanyaan apa yang dibicarakan Abah dan Pak Mahesa saat ini dan begitu keduanya kembali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD