26. Petak Umpet

1015 Words

Aku syok dengan kecupan singkat yang Pak Mahesa lakukan. Aku jelas marah karena Pak Mahesa sungguh diluar batas namun aku masih berusaha menjaga ekspresi ketika berada ditengah-tengah keluarga Pak Mahesa. Tepat jam sepuluh pagi akhirnya aku dan Pak Mahesa meninggalkan villa milik keluarga Pak Mahesa untuk kembali ke Jakarta. Sepanjang perjalanan aku memilih memejamkan mata untuk menghindari interaksi dengan Pak Mahesa. Sesampainya di Jakarta kami dijemput oleh supir keluarga Wiradilaga dan saat sampai di apartemen pun aku lebih memilih langsung masuk ke dalam kamar. Aku duduk di sisi tempat tidur sambil memegangi bibirku sendiri. Apa yang terjadi di Bali sungguh diluar kendali. “Vanala...” Aku menoleh ke arah pintu kamar. Pak Mahesa memanggilku dari luar sambil mengetuk pintu kamar yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD