Aku dan Pak Mahesa keluar dari dalam rumah dan kami berjalan santai menjauh dari rumah. Apapun yang Pak Mahesa mau bahas jelas tidak boleh sampai didengar oleh Ambu. Ambu bisa salah paham dan bisa jadi berpikir yang tidak-tidak, apa lagi belum lama tadi aku mengajukan pertanyaan tentang berbohong pada orang baik. Bisa-bisa ambu salah paham menghubungkan pertanyaanku dengan kedatangan Pak Mahesa yang tiba-tiba. “Rumah saya itu ukurannnya kecil. Kalau kita bicara dirumah pasti Ambu akan dengar juga. Jadi berbahaya kalau yang mau dibahas adalah soal kesepakatan kita, saya tidak ingin menambah beban pikiran Ambu.” Pak Mahesa menganggukkan kepalanya. “Baik. Saya paham maksud kamu. Saya minta maaf karena tidak berpikir sejauh itu.” Aku menganggukkan kepala menanggapi ucapan Pak Mahesa. Diteng

