BAGIAN 14

1162 Words

"Apa ini benar? Kamu dan Elena-" Ucapan Elang terjeda kala menjulurkan surat terakhir Elana pada sang adik. Manik kelam Arkana mengikuti gerakan sang kakak lalu beralih ke wajah tampan di hadapannya. Denyutan akibat pukulan yang dilayangkan Elang masih segar terasa, tetapi itu tidak sebanding dengan kelakuan telah diberikan. Arkana sangat menyesal sudah melukai hati saudara kandungnya sendiri. Ia melihat air muka penuh harap sekaligus kecewa hadir meruntuhkan pendirian. Arkana mengerti, di dalam selembar surat itu Elena sudah mengatakan semuanya. Kepala bersurai hitam bergelombang Arkana mengangguk singkat. Dengan tangan mengepal kuat ia menutp mata rapat seraya menarik napas panjang lalu menghembuskan nya pelan. Ia menghindari kontak mata ayah dan ibunya sambil terus meyakinkan diri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD