“Jejak pramuka tidak terlalu rumit. aku hanya harus tahu kawasan mana yang akan dituju lalu mencari sebuah jejak tak biasa. Misalnya banyak lumut di batang pohon yang menandakan menuju sungai, banyak tapak kaki berarti wilayah binatang buas, ada potongan batang daun yang rapi berarti kawasan menuju manusia, atau lainnya.” Tubuh mungil Yasmin terdampar di pinggiran sungai tawar arah barat. Ia berdiri menaiki lembah penuh lumut dan rumput. Tersenyum berhasil mengelabui Samuel. Gadis itu mengusap wajahnya, cacing-cacing di dalam perutnya mendadak bertabuh riuh. Tidak mudah menemukan perbedaan antara ujung batang daun yang benar-benar dikoyak oleh pisau atau oleh binatang buas. Yasmin mengerti itu, tapi otaknya cerdas. Dia bisa menemukan dalam lima kali pencarian. Tanpa hambatan sama sekali.

