Bab 5

1040 Words

Bab 5Mereka berdua duduk di ruang tamu. Rendy bersandar pada sofa sambil selonjor kaki di atas meja, sementara Diana duduk dengan kedua kaki saling menempel. “Apa yang ingin Bang Rendy bicarakan?” tanya Diana. Rendy mendesah lalu duduk tegak sambil mendesah. “Tentu saja banyak hal.” Rendy sudah menurunkan kedua kakinya lalu posisi duduknya mencondong bersangga kedua tangan. “Aku mau kamu mendengarkan dengan baik, supaya paham dan tidak banyak tanya.” Diana mengangguk. “Katakan saja.” Rendy berdehem dan ikut mengangguk. “Kamu tahu, kamu adalah kesialan dalam hidupku.” Diana menelan ludah dan sempat memejamkan kedua matanya beberapa detik. Kalimat itu menyakitkan, tapi tidak bisa Diana tolak. “Lalu apa yang Bang Rendy ingin aku lakukan?” Rendy menyeringai lalu bersandar lagi. ia mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD