Bab 26Keesokan harinya, Rendy sudah diizinkan untuk pulang. Santi meminta untuk pulang saja lebih dulu ke rumah, tapi Rendy kekeh memilih pulang ke apartement saja. Bukan tidak mau kembali ke rumah itu, Rendy hanya malas bertemu dengan ayahnya yang bahkan terbaring di rumah sakit pun tidak mau menjemputnya. Yang selalu Wijaya utamakan pasti pekerjaan dan bisnisnya. Andai Santi tidak memiliki rasa sayang mungkin ia sudah memilih pisah. Mungkin. “Mama tinggal tidak apa-apa?” tanya Santi dengan raut wajah tidak yakin. Diana tersenyum. “Tidak, Ma. Aku bisa mengurus Bang Rendy dengan baik. Aku juga tidak mau merepotkan mama.” Santi mendesah lalu mengusap pipi Diana. “Telpon mama kalau Rendy membuat ulah.” Diana mengangguk. Setelah mama mertuanya pergi, Diana segera pergi ke dapur untuk mem

