Keesokan harinya Denis sudah berada di depan Rara untuk menjemput Rara berangkat bekerja
Ting Tong....
Iya sebentar...
Sambil berlari Rara berlari untuk segera membukakan pintu.
Alangkah terkejutnya Rara karena Denis yang datang.
Ada apa Abang pagi - pagi datang ke rumah Rara?
Abang mau antar kamu berangkat kerja, mobil kamu kan di kantor kamu
Abang ga disuruh masuk Ra? apa setiap tamu kamu biarkan berdiri di depan pintu ya?
Silahkan masuk..
Kamu belum siap - siap Ra?
Lha ini masih jam berapa Bang?
kamu berangkat kerja jam berapa Ra biasanya?
7.15 masih kurang 1 jam lagi
Ya sudah kalo gitu kita sarapan dulu aja, kamu mau kan Ra?
Rara lagi malas sarapan di luar bang, Abang aja sarapan sendiri
Ya sudah ga usah kalo gitu, niatnya abang kesini pagi - pagi biar bisa sarapan bareng kamu kok
Memang kamu lagi ngapain kok belum siap - siap Ra?
Rara lagi mau buat nasi goreng buat sarapan.
Ya sudah abang mau juga kalo gitu.
Idih siapa juga yang mau masakin abang. Abang beli aja sarapan sendiri
Emang kamu sudah masak nasi gorengnya
belum, baru mau masak tapi keduluan ada tamu ga diundang pagi - pagi.
Sontak mebuat Denis senyum - senyum sendiri melihat reaksi kesal Adera
Sepertinya Denis akan memiliki kesenangan tersendiri membuat Adera kesal.
Ya sudah kamu siap - siap sana, pasti kamu belum mandi kan?
Apa perlu Abang mandikan?? sambil mendekat ke arah Rara, Denis mulai menggoda Adeera
Apaan si Bang, ga usah deket - deket ke Rara
Kamu mandi sekarang atau....
Atau apa Adeera sambil melotot ke Arah Denis yang semakin mendekat
Atau Abang cup..... spontan Denis mencium pipi Rara
Sontak Rara kaget bukan main, dan dengan sekuat tenaga mendorong Denis dan
berlari cepat ke dalam kamarnya. Melihat itu Denis hanya tersenyum. Perlahan aku akan
meruntuhkan tembokmu Ra batin Denis.
Sementara itu di dalam kamar Adeera sibuk memegang Dadanya yang sudah berdetak
kencang karena ulah Denis tadi.
Hai Hati kamu jangan goyah .... jangan ada kesempatan kedua buat seorang yang ga bisa
jaga kepercayaan kamu. Rara bermonolog berbicara dengan hatinya untuk menenangkannya.
Tak berselang lama Rara sudah siap dengan berpakaian kerja rapi.
Dilihatnya di atas meja sudah ada 2 piring nasi goreng dan teh hangat yang tersaji.
Ayo Ra kita sarapan dulu, ini sudah abang masakin nasgor buat kamu.
Rara mendekat ke meja makan dan duduk saling berhadapan dengan Denis yang sejak tadi
tak berpaling melihat Rara dengan setelan kerjanya, dimatanya Rara selalu cantik dengan
penampilan yang apa adanya, bedanya sekarang jauh lebih anggun dan dewasa dibandingkan 10 tahun yang lalu.
Merasa diperhatikan terus Rara menjadi kikuk dan merasa ada yang salah dengan penampilannya.
Abang kenapa si ngeliatin Rara gitu ada yang salah dengan penampilan Rara?
Denis hanya tersenyum mendengar ucapan Rara
Ga ada yang salah dengan penampilan kamu, yang salah hati abang belum bisa move on dari gadis ABG cantik
yang ada di depan Abang..
Blusssshhh... wajah Rara memerah mendengar jawaban Denis. dan dia hanya diam berusaha menyembunyikan
wajahnya yang memerah.
Rara sudah selesai sarapan, terima kasih sudah masakin sarapan Rara
Selamanya abang rela masakin sarapan buat kamu Ra
lagi - lagi jawaban Denis membuat Rara speakless
Ayo berangkat sekarang nanti kamu telat, abang antar sekarang ya
Rara hanya mengangguk menjawab Denis.
Sepanjang perjalanan ke kantor Adeera hanya melihat ke arah jalan tanpa ada sedikitpun
niat untuk melihat kesamping kanannya. Diam itulah s*****a Rara jika bersama Denis
Sudah sampai bang, makasi sudah diantar dan selanjutnya ga perlu repot - repot
untuk nganterin Rara lagi. Terima kasih atas sarapannya.
Sebelum Rara keluar dari mobil Denis segera mungkin Denis menarik Adeera masuk kedalam pelukannya
Selanjutnya dan selamanya Abang akan selalu mendatangi kamu sampai kamu benar - benar mebuka hati kamu.
Dengan keras Adeera mendorong pelukan Denis.
Itu pilihan Abang dan itu bukan pilihan Rara, apa yang terjadi beberapa hari ini anggap saja itu tidak pernah terjadi
dan kita tidak pernah bertemu sama sekali. Jawaban tegas Rara mampu membuat seorang Denis sedikit terhenyak.
Abang ga akan pernah menyerah sama kamu.
Terserah.... dan seketika Rara langsung keluar dari mobil Denis tanpa menoleh sama sekali.
Hanya tatapan nanar yang Denis lakukan dengan semakin menjauhnya langkah seorang Adeera sehingga tak
terlihat lagi.
Pagi Mas Ruli
Hai Ra, kirain kamu sudah di kantorr eh ternyata cuma mobilnya doang yang di kantor
Berangkat sama siapa neng kok mobilnya duluan yang sampai dari pada orangnya
Berangkat sama tamu tak di undang mas
Jelangkung mkasudnya Ra?
Busyet dah yang ada dipikiran mas Ruli serem amat ya
Itu loh mas ... gimana ya bilangnya
ya tinggal bilang saja kenapa Ra susah amat.
Itu mas... komandan ga jelas yang kapan hari jaga di depan kantor kita.
Siapa Ra? Komandan Denis maksudmu
Iya siapa lagi mas komandan ga jelas kalo bukan dia
Ya jelas lah Ra, kamu aja yang ga jelas
kok jadi Rara yang ga jelas si mas
Ra... mas Ruli mau tanya, emang kamu ga suka ya sama komandan itu
padahal kalo dipikir dia ganteng dan sudah mapan lagi, kalo kata kids zaman now suamiable banget
Huftttt.... suamiable katanya....
Kalo cerita masa lalu belum selesai ya diselesaikan neng jangan dihindari...
Eh maksudnya gimana ya mas Ruli? Diselesaikan bagaimana?
Jujur deh Ra, Komandan Denis itu di masa lalu kamu ada pernah ada kisah tersendiri apa ga?
Kok Mas Ruli tanya nya begitu mas?
Ya secara keliatan banget atuh neng dari bahasa tubuh kalian
Eh sejak kapan mas Ruli belajar bahasa tubuh, belajar dimana mas
kletak... aduh mas sakit loh kok malah Rara dijitak si
Mas Ruli serius Ra, kamu tinggal jawab pertanyaan mas Ruli tadi.
Hmm... dulu Rara sama Bang Denis memang sempat punya hubungan singkat banget
berapa lamanya Rara ga inget rasanya cuma bulanan gitu doank.
Kamu dulu suka ya sama si Komandan itu?
Awalnya ga ada perasaan sama sekali, dia maksa untuk jadian gitu
Terus kenapa kamu terima kalo kamu ga suka?
Gimana ya mas Rara jelasin bingung, pokok intinya dia itu ga bisa nepati janji dan ga bisa pegang kepercayaan
yang sudah Rara berikan, meskipun Rara ga suka sama bang Denis tapi bagi Rara kepercayaan tetap harus dijaga.
Kalo sekarang perasaan kamu gimana masih sama atau sudah berubah?
Sejauh ini Rara masih biasa aja perasaan Rara ke dia.
Ga ada yang spesial atau gimana gitu Ra?
Ga ada.
Sampai kapan kamu akan berada di posisi seperti ini Ra?
Maksud Mas Ruli bagaimana? Rara ga paham
Sadar atau nggak kamu itu sudah di d******i oleh logika kamu yang seharusnya kamu
perlu imbangi dengan perasaan Ra
Dalam hidup itu Ra jangan selalu mengedepankan logika saja tapi adakalanya juga harus
mengedepankan perasaan terlebih dahulu.
Sejauh ini Rara masih enjoy dengan apa yang Rara jalani sekarang
Suatu saat akan ada masanya sendiri dimana logika sudah harus berjalan beriringan dengan perasaan.