Akhinya sampai juga mereka disalah satu restoran cepat saji yang buka 24 jam.
Adeera memarkirkan mobilnya terlebih dahulu dan diikuti oleh Denis disebalahnya.
Di dalam mobil sebelum turun Adeera lama terpaku karena bingung harus berbicara apa
ketika bertemu dengan Denis di dalam.
Dari luar jendela mobil Denis mengetuk kaca pintu mobil Adeera yang akhirnya membuyarkan
lamunan Adeera, dengan gugup Adeera membuka kaca pintu mobil dan mempersilahkan
Denis untuk masuk terlebih dahulu, tetapi Denis menolak dan menunggu Adeera keluar dari mobil.
Kamu mau pesan makanan apa Ra?
Sandwich aja
Minumnya?
Milo tanpa es
Mas sandwichnya 1, milo tanpa es 1, frenchfries jumbo 1 dan kopi hitamnya 1 ya
Sambil menunggu pesanan mereka datang hanya keheningan yang terjadi diantara mereka.
Denis tak hentinya memperhatikan Adeera sedangkan Adeera measa kikuk selalu diperhatikan Denis.
Akhirnya pesanan mereka datang.
Ayo Ra dimakan dulu, pasti kamu laparkan belum makan malam.
Adeera hanya menanggapi dengan tersenyum.
Apa kabar kamu Ra?
Kabar saya baik. singkat, jelas dan terkesan formal jawaban yang diberikan Adeera membuat Denis
hanya tersenyum tipis.
Tanpa sengaja Denis melihat ke arah tangan Adeera, dengan senyum tipis Denis merasa senang
jika hadiah kelulusan yang ia berikan kepada Rara masih terawat dan dipakai sampai sekarang
meskipun itu sudah 10 tahun berlalu.
Terima kasih ya Ra sudah merawat dan menjaga hadiah dari Abang.
Rara spontan melihat ke arah pergelangan tangannya, dan ia baru sadar jika jam tangan yang
Rara gunakan memang hadiah dari Denis yang selalu ia gunakan.
Tidak ada jawaban dari Rara, hanya ekspresi datar yang rara berikan.
Ra, apa kabar mama, papa, Arga dan Arkan?
Mereka semua baik.
Huffftt apa jawabanmu selalu sesingkat itu Ra? Denis merasa frustasi dengan semua jawaban Rara.
Ra, Abang kangen sama kamu. 10 tahun Abang kehilangan berita tentang kamu
Ponsel Abang hilang ketika Abang berangkat pindah tugas ke Riau dari situ semua nomor - nomor
penting yang menghubungkan dengan kamu semua hilang, bahkan nomor Mas Dika juga sudah ganti.
Abang senang bisa ketemu lagi, melihat kamu tumbuh menjadi wanita dewasa dan sukses seperti
sekarang abang bisa menyimpulkan bahwa kamu berhasil meraih apa yang kamu inginkan. Abang
bangga sama kamu Ra.
Apa kamu sudah menikah Ra?
Spontan Rara terbatuk mendengar pertanyaan Denis.
Saya tidak perlu menjawab pertanyaan ini karena sudah menyangkut privasi saya.
Denis hanya mengangguk tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari wajah ayu Rara.
Ra bisakah tidak harus berbicara menggunakan bahasa formal?
Apa kamu tidak bisa menghargai lawan bicaramu ketika berbicara tidak mau melihat lawan bicaramu
Apakah seperti itu etika dari wanita terpelajar ketika berbicara dengan orang lain?
Mau tidak mau Rara memandang wajah Denis dengan ekspresi datar dan itu membuat Denis merasa
senang akan hal itu.
Saya rasa sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan dan kebetulan juga saya sudah menyelesaikan
makan malam, jadi saya permisi pulang duluan, selamat malam
Belum sempat Denis menjawab Rara sudah berdiri dan berlalu meninggalkan Denis
Tanpa menunggu lama Denis pun beranjak berdiri dan mengejar Rara ke area Parkir.
Dengan cepat Denis meraih Rara dan memeluknya dengan Erat.
Rara hanya diam mematung dengan tindakan nekat Denis itu.
Rara berusaha melepakan pelukan Denis tapi apa daya kekuatan Rara tidak mampu membuatnya melepaskan
diri dari pelukan Denis.
Abang kangen banget sama kamu Ra, maafin Abang Ra, Abang ga bisa melupakan kamu.
Abang buktikan ke kamu Ra 10 tahun ini Abang bertahan untuk menunggu dan mencari kamu
Abang ingin minta kesempatan lagi sama kamu...
mendengar itu semua tanpa sadar Rara meneteskan air mata haru, sebenarnya dari lubuk hati Rara
juga merindukan sosok Denis yang selalu memberikan dia kenyamanan di hubungan mereka dahulu.
Bisa tolong lepaskan pelukan anda, ini ditempat umum jadi tidak sopan dilihat orang lain.
Permisi saya mau pulang.
Hanya bisa terdiam Denis melihat tidak ada respon apapun dari Rara.
Ketika mobil Rara menjauh Denis hanya mampu berkata
Sebenci itu kah Ra kamu sama aku, bahkan melihatku saja kamu enggan sekali.
Aku kangen kamu Ra, kangen canda tawa mu, kangen dengan cara berpikirmu yang diluar nalar
Apa kamu sudah melupakan aku Ra?
Keesokan harinya jam menujukkan pukul 06.15 Rara sudah tiba di kantor.
Selamat pagi mbak Rara, pagi banget Mbak sapa pak slamet security kantor.
Iya pak harus segera nyelesaikan kerjaan buat laporan nanti siang pak.
Ketika akan berjalan melewati bangku - bangku penjagaan Rara sekilas melihat Denis sedang memberikan
instruksi kepada anggotanya, dan ketika telah sampai bangku para penjaga tersebut Rara sesopan mungkin
mengucapkan permisi kepada semuanya.
Selamat pagi bapak - bapak maaf saya permisi lewat.
Selamat pagi mbak, silahkan lewat saja mbak maaf ya beberapa hari ini kami sering menghalangi
jalannya mbak jawab salah satu anggota Denis.
Melihat Rara melintas, Denis hanya sekilas mengamati Rara
Cantik batin Denis memuji penampilan Rara pagi ini.
Belum sempat Rara membuka pintu menuju ruangan kerjanya Rara dikejutkan dengan suara panggilan seseorang.
Rara... panggil seseorang yang baru datang itu
Eh Mas Davi kok tumben pagi - pagi sudah nongol di kantor? kapan datang dari Dinas
Tadi malam nyampe kantor, terus pagi ini harus buru - buru nyiapin data buat presentasi ke bigbos
Mas Davi ngapain ke ruangan Rara pagi - pagi gini mau totalan sama mas Rully ya?
Masih kepagian mas kalo mau totalan orangnya belum datang.
Ga kok, Aku cuma mau mampir bentar kasi oleh - oleh buat kamu, sama ini buat sarapan ya
pasti kamu belum sarapan kan karena pagi - pagi sudah ada di kantor
Kok mas Davi tahu Rara sudah di kantor tadi Pak slamet yang bilang waktu aku baru datang.
Oya Ra nanti siang makan siang bareng aku jemput ya...
Mas Davi traktiran ya?
Beres, everything for you Ra, ya sudah aku balik ke ruangan ya Ra, sampai ketemu nanti siang
Tidak jauh dari tempat Rara dan Davi mengobrol Denis mengamati interaksi dua orang yang ada didepannya
Ada rasa tidak suka dari Denis mendengar percakapan yang terjadi diantara Rara dan Davi, ada rasa cemburu
yang dirasakan Denis, karena ketika bersamanya tadi malam Rara begitu dingin dan datar tetapi berbanding dengan
pagi ini ketika bersama Davi. Rara begitu hangat, ramah dan selalu ada senyum yang terukir di wajahnya.
Melihat senyum Rara yang begitu natural menambah kecantikan Rara yang membuat Denis semakin mengaguminya.
Ketika Davi berlalu dan melewati Denis sekilas Denis memperhatikan sosok Davi dengan seksama. Dan tanpa sengaja
ketika Rara hendak masuk ke dalam ruangannya dan mau menutup ruangan Rara dan Denis saling bertemu pandang
dan itu membuat Rara agak terkejut melihat sorot pandang Denis, Denis berusaha tersenyum tetapi Senyum Rara yang
saat itu ada tiba - berubah datar ketika melihat Denis. Perubahan Rara jelas sekali membuat Denis sedikit menahan
kekecewaan atas perubahan Rara tersebut.
Hai Den bengong aja lihat cewek cakep lewat, senggol Yudis yang merupakan teman satu angkatan yang pagi ini
mereka sama - sama bertugas untuk pengamanan RI -1. Cakep banget ya mbak tadi itu, kira - kira yang tadi itu pacarnya
bukan ya? kalo belum punya pacar mau aku ajak kenalan siapa tahu mau jadi pacar aku.
Jangan macam - macam Yud dan ga usah pakai acara pengen jadiin pacar segala gue hajar lo.
Waitttt kenapa ente sewot bro, emang elo kenal sama mbak cantik itu?
Mantan Gue 10 tahun yang lalu
Whatttt??? sumpeh lo bro
Beneran ndan mbak cantik itu mantannya komandan? tanya anak buah Denis yang lain.
Spontan Denis kaget dengan jawaban spontanitas yang dikatakan sendiri, alhasil dia bertubi - tubi
mendapat pertanyaan dari rekan - rekannya yang ada di situ.
Mau tidak mau Denis pun menjawab pertanyaan mereka
Iya dia mantan saya 10 tahun yang lalu dan saya baru ketemu lagi baru tadi malam tanpa sengaja setelah
10 tahun kami berpisah.
Ow pantesan habis kasi intruksi ga langsung pergi ternyata ada udang di balik bakwan. Biasanya langsung
melarikan diri kalo dapat tugas penjagaan seperti ini. Ternyata menemukan mantan terindah
Sontak celotehan Yudis di sambut tawa yang lainnya.
Sialan lo Yud mau gue kirim tugas ke pelosok?
Eitsss dilarang memanfaatkan jabatan ya bos
Jam makan siang pun tiba...
Rara buru - buru membereskan kerjaannya dan bersiap - siap makan siang dengan Davi.
Ketika mau beranjak keluar ruangan tiba - tiba mas Rully masuk
Ra... ini ada kiriman makanan
Dari mana mas perasaan Rara ga pesen makanan deh.
Tuh dari komandan ganteng di depan.... cie cie cie dapat fans baru
alamat banyak yang patah hati neh cewek - cewek sekantor
kamu pakai pelet apa Ra sampe komandan ganteng ngefans gitu
Apaan si Mas Rully... Fitnah lebih kejam dari tidak memfitnah ya mas....
sontak mereka ketawa berdua....
Ra ini tadi pesennya suruh dimakan bilangnya dari mantan terindah gitu wkwkwkwk
hah mantan terindah??? maksudnya apa mas
Lah ini yang buat aku penasaran .... emang kamu punya mantan terindah ya? apa jangan - jangan
komandan ganteng itu mantan kamu gitu..
Eh mas Rully kok ngomong gitu mas? emang mas rully pernah liat Rara jalan komandan itu?
Ya ga pernah sih, cuma ne ya Ra kemaren sore waktu aku mau pulang kerja aku dicegat tuh
sama komandan dan terus tanya tentang kamu dan dia bilang kamu seperti teman lamanya dia
dan dia tanya apa nama kamu Adera? ya Aku bilang iya
Jadi beneran Ra itu mantan kamu?Kapan pacarannya Ra
Hufftttt mulai deh gosip....... kapan - kapan aja Rara cerita ke Mas Rully... Tuh Rara sudah di jemput
Mas Davi mau makan siang dulu...
Yuk Ra da siap ...
Eh Dav kapan lo datang? kok yang diajak cuma Rara doank sih... ga ngajak aku juga?
Tadi malam, ga ngapain ngajak kamu Rul merusak pemandangan aja
Eh s****n lo Dav, Ga gue kasi uang DL mampus loh
eitssss jangan donk Rull, ok ok mau dibawain apa si nanti?
Bawain salad buah sekalian yang jual ya?
kenapa ga sekalian gerobak nya juga rull
Hahahahaha sonta mereka tertawa bertiga..
Sudah deh mas - mas keburu jam makan siang habis.
Loh Ra ini makan siang gimana?
sudah buat mas Rully aja, Rara ikhlas
Beneran ga nyesel ya dari ada tulisan mantan terindah loh hehehe
Davi yang mendengarpun hanya bingung dengan omongan mereka berdua
Ga usah didenger mas Davi yuk kit berangkat aja Rara sudah lapar banget.
Keluar ruangan melewati tempat penjagaan sontak semua mata melihat ke arah Rara dan Davi
yang berjalan berdua tak terkecuali dengan Denis.
Permisi pak ucap Davi kepada para semua penjaga yang mendapat anggukan dari para penjaga tersebut.
Rara berjalan tanpa menoleh ke arah Denis dan hanya mengangguk ke bebearapa petugas penjaga sebagai
sopan santun, dan petugas penjaga juga membalas mengangguk dan kemudian melihat ke arah Denis dengan
berusaha menahan tawa melihat reaksi komandannya.
Hahahahaha.... sontak Yudis tertawa setelah melihat kepergian Rara dan Davi
Waduh ndan mantan terindahnya ternayata banyak saingan ya..... hatiku sakit melihatnya berlalu tanpa
menyapa mantan.... hahahahaha....
kletak ... aduh sakit bos.... sontak semua tertawa melihat kelakuan dua sahabat tersebut yang merupakan
komandan mereka yang sangat humble ke siapa saja.
Jangan ngledek terus kamu yud......
Tak pantang menyerah Tiba - tiba Denis mengetuk ruangan Rully
Iya pak ada yang bisa saya bantu? o ya tadi titipan bapak sudah saya berikan ke Rara
Boleh saya masuk sebentar Mas?
Oya silahkan mari kita ke ruang tamu saja biar lebih santai.
Mas Rully maaf saya apa boleh mina no Hp nya Adera?
Oya mas tadi yang keluar sama Adera apa pacarnya?
Rully hanya tersenyum mendengar pertanyaan Denis
Kalo boleh tahu Pak Denis ini ada hubungan apa dengan Adera? maaf saya sedikit lancang bertanya
Adera sudah saya anggap adik saya sendiri, dan saya tidak mau memberikan sembarangan no Hp
Adera ke orang asing kecuali Adera sendiri yang memberikan.
Sebelumnya saya sudah sampaikan ke mas Rully kalo saya teman lamanya Adera.
Kalo saya mengamati antara Pak Denis dan Rara bukan hanya sekedar teman lama,
kita sesama cowok pastinya paham, dan saya meyakini itu ketika melihat reaksi Adera mendapat
kiriman makan siang dari anda tadi. Dari reaksi yang ditunjukkan saya menyimpulkan ada yang pernah
terjadi diantara kalian berdua di masa lalu yang belum selesai.
Sepertinya Mas Rully cocok jadi peramal... sontak mereka berdua tertawa
bapak bisa saja
oya jangan panggil bapak mas panggil Denis saja, rasanya kita seumuran keliatan tua sekali saya mas
kalo dipanggil bapak hehehehe.
Adera memang bukan hanya sekedar teman saja mas, saya kenal Adera sewaktu Adera masih kelas 3 SMA
dan waktu itu saya baru lulus pendidikan dan ditempatkan di Pontianak dimana Rara tinggal. Singkat cerita
saya suka sama Rara dan kita sempet jadian dengan proses tawar menawar dan segala perjanjian yang kita sepakati.
Tapi kesalahan saya, tidak bisa menepati kesepakatan yang telah kami buat. Saat itu pertama kali Adera pacaran dan
mungkin dari situ pasti meninggalkan luka yang sampai sekarang masih ada, mungkin dari perasaan Adera bukan tipikal
yang terbawa perasaan tetapi kepercayaan yang digenggam teguh Adera membuat dia sulit membuka hati. Karena
prinsip kuatnya Adera tidak ngin berpacaran tetapi saya berusaha meyakinkannya akhirnya dia mau memberikan kesempatan
tapi sayangnya malah saya yang menghancurkan kepercayaannya. Adera cewek unik dan cerdas yang lain daripada yang
lain jadi sampai sekarang saya itu masih berusaha mencari dia selama 10 tahun ini, dan ternyata di sini kami
tanpa sengaja dipertemukan kembali. Tapi Adera yang dulu dan sekarang sangat berbeda, begitu dinginnya dia
ketika bertemu dengan saya berbanding terbalik ketika dengan mas Rully ataupun Cowok tadi.
Davi namanya, dia memang sedang berusaha mendekati Rara, dan sejauh ini hanya Dia yang bisa
mendekati Rara dan mengajak keluar bareng, kalo yang lain lewat selalu gagal terus hahaha...
Ternyata memang pernah ada kisah ya, akhirnya saya ngerti kenapa selama saya kenal Rara dia tidak pernah
menjalin hubungan dengan orang lain. Disatu sisi karena prinsip yang dia pegang dan aku rasa Rara masih
belum bisa membuka hati untuk orang baru. Bentar ya gue ambilkan kartu namanya Rara, tapi nanti kalo ditanya
jangan bilang dari Gue, bisa ngambek tujuh turunan berabe hidup gue. terserah elo alasannya apa ya Den
Ok mas makasi banyak ya. Oya boleh minta no hape mas Rully juga ga siapa tahu juga ada perlu - perlu juga
dengan mas Rully, hehehehehe..
Ga sekalian minta no PIN ATM Den?
Boleh mas sekalian ga papa
Sontak mereka tertawa bersama.