Menemukanmu

1111 Words
10 Tahun Kemudian........ Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk Rara melewati kehidupan sebagai anak Rantau. Setelah lulus SMA akhirnya Rara diterima di salah satu kampus bergengsi di kota Malang ini. Dan Rara berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun dan sekarang Rara sudah bekerja di salah satu perusahaan Real Esteat terbesar di kota Malang sebagai salah satu kepala Divisi. Dan saat ini Rara sedang menempuh pendidikan Magister di kampus yang sama dengan sebelumnya. Ra kamu apa lembur lagi hari ini? Iya mas kenapa? ada yang bisa Rara bantu mas? Ga ada cuma nanya doank siapa tahu kamu mau kencan Hadeewww Mas Ruli apaan si... lagian Rara mau kencan sama siapa coba pacar aja ga punya Ya salah kamu sendiri kenapa ga cari pacar, lagian ya Ra aku tuh gagal paham sama kamu Lha kenapa Mas Ruli Gagal paham sama Rara Kamu itu cantik, pinter, mandiri, karier bagus yang antri buat daftar jadi pacar kamu buanyakkkkk kurang apa lagi coba? terus kamu mau cari yang gimana si Ra Ga cari yang gimana - gimana Mas, Rara belum mikir karena masih fokus selesaikan kuliah dulu. Mas itu kenapa ya Rame banget depan pintu keluar kantor? biasalah RI satu mau datang jadi pada di sterilkan, dan salah satu tempat buat nangkring bagian kemananan salah satunya depan pintu keluar kantor ruangan kita, katanya sih akses untuk pengawasan lebih dekat dan jelas untuk mengawasi orang - orang yang lewat. Berapa hari mas ? Tiga harian kalo ga salah dengar tadi. Tadi kepala security kantor bilang ke aku gitu si Ra? Oh ya Ra komandanmya ada yang guanteng loh Ra, tadi anak - anak CS dan frontline heboh Kamu ga pengen ikutan jadi geng heboh lihat komandan ganteng Ra? Kurang kerjaan apa ya ngurusi komandan ganteng, ngurusi berkas pemeriksaan aja sudah repot banget kok ditambah suruh masuk geng sesaat, mending buat tidur aja. Mas Ruli sudah mau pulang kah? Belum bentar lagi Ra, nanggung tinggal dikit lagi posting data Emang kenapa? ga ada cita - cita lembur kah mas? Ga ada, idih ketus banget si jawabnya lagi PMS ya mas, bukan gue yang PMS, Bini gue Yang PMS... HAHAHAHAHA rasain lo mas seneng banget ya kamu Ra kalo aku menderita. Ya iyalah kapan lagi lihat mas Ruli menderita. Sementara dari luar pintu keluar kantor Sore Kapten hormat beberapa personil kemanan kepada atasan mereka yang baru datang. Bagaimana kondisi lokasi steril dan aman kan? Siap kapten aman terkendali. Ketika si Kapten melihat lihat ke segala arah matanya tertuju pada satu ruagan yang menunjukkan seorang wanita cantik yang kini lebih anggun dan dewasa seseorang yang pernah dia sakiti, Adeera satu nama keluar dari bibir si Kapten. Ya Kapten itu adalah Denis. Benarkah itu kamu Ra? atau hanya sekedar mirip kamu Ra? Ketika Ruli keluar kantor dicegat oleh Denis, Mas maaf mau tanya, Iya pak komandan ada yang bisa saya bantu? tadi saya ga sengaja melihat mas ngobrol sama Mbak - mbak rambut panjang sepertinya saya kenal, teman saya atau bukan karena kami sudah 10 tahun tidak pernah ketemu. tapi agak lupa bener teman saya atau bukan, kalo boleh tahu namanya mbak di dalam itu apa Adeera? biasanya dipanggil Rara? Iya benar Pak, itu Adeera apa perlu saya pangilkan pak? Oh ga perlu mas biar nanti saya menyapa sendiri waktu pulang kerja. oh kebetulan Adeera hari ini lembur Pak mungkin sampai malam. Terima kasih infonya ya mas. sama - sama pak, mari saya duluan. Ra... akhirnya aku menemukanmu setelah 10 tahun berlalu, 10 tahun membuatmu menjadi wanita yang dewasa dan anggun, apakah kamu masih sendiri atau kah sudah ada yang memilikimu Ra? Hanya tatapan menahan kerinduan yang teramat sangat dengan perasaan haru dan bangga melihat gadis ABG nya menjadi wanita dewasa. Ampun capek banget... sambil meregangkan otot - ototnya Adera melihat jam yang ada di tangannya, Ia pun Kaget karena sudah hampir jam 10 malam dia masih berada di Kantor. Ampun DJ ternyata sudah malam banget. Buru - buru Adeera telpon security untuk membantunya menutup ruangan kantornya karena dia karyawan terkahir yang pulang jadi wajib laporan security untuk melakukan kontrol terakhir kondisi area kerja untuk memastikan keamanan. Malam mbak Rara, kok tumben malam banget mbak, lha iya itu pak saya pikir masih awal karena di depan masih ramai yang ngobrol ternyata petugas jaga RI 1. Iya mbak memang ramai, dan lagian ada komandan gantengnya datang mbak jadi anak buahnya ga berani kemana - mana. Ya sudah pak saya pulang duluan ya pak. Nanti langsung dikunci saja pak Minta tolong besok pagi jam 6 sudah dibuka ya pak, soalnya saya datang pagi. Baik mbak Rara hati - hati di jalan ya. Selamat malam bapak - bapak maaf saya permisi ya pak lewat, duluan ya pak Ow iya mbak silahkan maaf kami menghalangi jalan. Adeera berlalu sambil memberika senyum ramah kepada semua petugas keamanan. Ya ampun mbak itu cantik banget sopan juga.... komen salah satu penjaga. Dari balik tiang menuju arah parkir ada seseorang yang sudah menanti Adeera pulang. Ra baru pulang?? Spontan Rara berhenti dan terkejut mendengar suara seseorang yang menyapanya tadi, seperti suara sesorang yang sudah lama sekali menghilang dari kehidupan Adeera, perlahan Rara menoleh ke arah sumber suara tadi, dan betapa terkejutnya siapa yang Rara lihat, Bang Denis batin Rara spontan Rara mundur beberapa langkah ke belakang. Ra apa kabar? Apa setiap hari kamu pulang malam seperti ini? apa kamu sudah makan malam? bertubi - tubi pertanyaan yang diberikan Denis tak satupun yang dijawab Adera. Maaf anda siapa? hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulut Rara Dengan Raut keheranan Denis mendekat ke arah Rara, apa sebenci itu kamu Ra sampai melupakanku sebegitunya, sampai sudah tidak mengenaliku lagi? Maaf saya benar - benar lupa Denis membuka topinya dan melihat Rara dengan seksama, kamu masih lupa Ra? mau tidak mau Rara tidak bisa mengelak lagi, Oh dengan gugup hanya kata itu yang mampu terlontar dari mulut Rara. Maaf permisi saya mau lewat Pak, saya harus segera pulang pak sudah larut malam belum sempat Rara berlalu Denis sudah menarik pergelangan tangan Rara, berhenti Ra Bang Denis antar kamu pulang sudah malam, lagian kamu juga belum makan ayo makan dulu Maaf bisa lepaskan tangan saya? jangan khawatir dengan saya, saya sudah terbiasa pulang sediri dan saya membawa kendaraan sendiri, pemisi selamat malam. Rara berusaha tetap menggunakan bahasa formal dan itu membuat Denis tidak sabar karena Rara masih berusaha untuk tidak mengenal Denis. Adera Prameswari apa perlu saya teriak disini biar semua orang datang kesini? Kamu boleh pulang tapi kamu harus ikut makan sama Abang tidak ada penolakan kecuali jika kamu mau semua orang akan datang kesini. Mau tidak mau Rara menuruti Denis Maaf saya menggunakan mobil saya sendiri silahkan anda mengikuti dari belakang saja tidak mau berdebat Denis akhirnya menuruti permintaan Rara.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD