"coach....ayo ngopi dulu sebentar,ndak buru2 kan coach? ujar salah satu wali siswa yang cukup dekat denganku.Pak Eko
"wah monggo pak.tunggu crew saya selesai membereskan semuanya dulu ya Pak"jawabku
bersama dengan semua crew,Pak eko,istrinya dan satu orang lagi perempuan yang Aku tidak pernah lihat iami berjalan ke warung kopi didekat lapangan
setelah memesan minuman dan makanan.pak eko memulai obrolan
"coach maaf ini belum saya kenalkan,temannya Istri saya.Irene.beliau guru disalah satu SMU.masih single coach"tanpa basa basi pak eko langsung mempromosikan perempuan dihadapanku
kamipun bersalaman.kesan pertamaku tentang Irene,dia cukup cantik.dia masih gadis meskipun usianya sudah kepala 3.akupun tahu Pak eko berusaha menjodohkan kami.tapi entahlah Aku tidak tertarik.selama Aku sendiri, beberapa wanita memang sempat dekat denganku.tapi tidak pernah terpikir untuk Aku berhubungan lebih dari teman dengan mereka.
selain memang belum tertarik Aku juga masih teringat betul kata2 anakku beberapa tahun lalu yang tidak menginginkan Aku menikah lagi.
sore itu tidak banyak yang Aku bicarakan dengan irene.sampai waktu menjelang maghrib kami bubar dan pulang kerumah masing2.sebelum pulang Irene sempat meminta bertukar nomor w******p.
seminggu setelah itu,tiba2 Irene menghubungiku sekedar menanyakan kabar tapi Aku tidak menanggapi lebih jauh.aku tidak ingin memberi harapan kosong padanya
Siang itu Aku mendatangi sebuah bank BUMN untuk mengganti kartu ATM ku yang aus.beruntung siang itu kondisi bank sepi sehingga Aku langsung dipersilahkan menemui customer service.
setelah mengisi data yang diperlukan tak membutuhkan waktu lama kartu ATM yang baru sudah jadi.selama proses berlangsung Aku merasa CS yang melayaniku sering mencuri pandang padaku.namun tidak kuhiraukan karena Aku sibuk dengan ponselku
"ini Pak kartu yang baru sudah jadi silahkan diaktifkan di teller nomor 2"ucap Sarah,CS itu bernama sarah.
"baik mbak..."jwbku seraya memasukkan ponsel kedalam kantong jaket
"Ada yang perlu dibantu lagi pak?"Tanya Sarah
" sudah cukup ini mbak terimakasih"sahutku seraya berdiri bersiap menuju teller
"baik Pak,terimakasih dan selamat Siang"sahut Sarah sopan
sore itu setelah latihan Aku bergegas pulang.aku ingin mengunjungi Ibu karena hampir seminggu Aku tidak mengunjungi Ibu dikarenakan aktifitas ku yang padat menjelang kompetisi 2 minggu lagi.
"Tristan...sudah 5tahun kamu sendiri.apa kamu akan terus membujang seperti ini?"Ibu mulai menanyakan hal yang selalu Aku hindari
"bu,Aku belum berpikir kesana.perkejaanku tidak memberikan Aku gaji lebih.aku tidak ingin mengecewakan anak orang jika Aku memutuskan menikah bu.dengan gaji kecil begini siapa yang mau menjalin rumah tangga denganku bu"jawabku
Aku memang sangat mengingat bagaimana dulu Mira menghinaku gaji hanya cukup untuk bensin.bahkan sampai sekarang pun masih ada saja suara sumbang tentangku yang berasal dari mira.entah apa maksudnya dia masih suka menghinaku didepan orang2.bukankah kami sudah berjalan masing2
"apa kamu tahu menikah adalah ibadah siapa tahu setelah menikah rejekimu justru semakin membaik"ucap Ibu
"nanti saja ya bu kalau Aku sudah siap"jwbku singkat
"kapan Tristan...Ibu sedih melihatmu hidup sendiri begini"sahut Ibu
Aku hanya diam
"kamu benar2 masih normal kan Tristan?"Pertanyaan Ibu mengejutkanku
"hahahaha Aku masih sangat normal bu.aku hanya belum siap memulai rumah tangga baru"jawabku diselingi tertawa kecil Ibu
setelah mengobrol banyak hal dengan ayah dan Ibu Aku pamit pulang.
sesampai dirumah Aku cek selulerku.ternyata banyak pesan whatapp masuk.aku balas satu persatu sampai ada sebuah chat belum bernama.
"hai slamat malam.aku Sarah CS bank yang bapak kunjungi tadi siang.benar ini Pak Tristan ya?"isi pesan itu
"iya betul saya Tristan ada apa ya mbak ?"
tak lama kemudian hp Ku berdering.sarah
"hai...Tristan benerkan dulu SMU negeri 1?suara dari sebrang
"iya betul kok tau?btw,tau darimana no hp ku?jwbku
"Kan kamu tadi isi data di bank,Aku Sarah apa kamu lupa sama Aku?sahutnya
"iya Sarah CS bank Aku ingat...."
"Kita dulu 1 SMU Tristan tapi beda kelas,kamu benar2 tidak mengenali Aku ya"jwb Sarah
"ooo maaf Sarah Aku tidak begitu ingat hehehehe.jadi kamu teman sekolahku,pantas tadi curi2 pandang trus"godaku
"iya Aku ingin bertanya tapi Aku takut salah orang.barusan Aku buka buku alumni baru Aku yakin kalau itu kamu,wajar sih kalau kamu gak mengenali Aku selain beda kelas kamu kan suka bolos waktu itu."sahut Sarah
"iya juga sih,Aku kan bolos untuk hal yang positif demi karir sepakbola ku"sahutku
"iya makanya Aku masih mengenalimu,siapa yang tidak tau Tristan pemain bola top pada masa itu"terdengar Sarah tertawa kecil
Malam itu kami mengobrol masa2 sekolah kami.sampai akhirnya kami membuat janji untuk bertemu 2 hari lagi
Sarah gadis ceria Aku tidak banyak mengingat bagaimana dia dulu.dia terlihat cantik dan cerdas.tapi Aku penasaran kok dia telefon Aku malam2 apa tidak dimarahi suaminya telpon laki2 lain selarut ini pikirku.
2hari kemudian Aku datang di cafe yang kita sepakati.rupanya Sarah belum datang.aku mencari tempat duduk dulu didekat jendela.10 menit kemudian Sarah datang.memakai kaos oversized dipadukan celana jeans dan rambut yah tergerai,dia nampak cantik sekali
"hai maaf Aku telat jalanan macet sekali"ucap Sarah sembari bersalaman denganku
"tidak apa2 Aku juga baru sampai.silahkan pesan dulu,Aku tadi sudah pesan untukku,mau pesankan kamu,Aku tak tahu seleramu"seraya menyodorkan daftar menu
setelah pesanan kami datang.kami menikmati hidangan dengan ngobrol
"Tristan Aku dengar kamu cerai.apa benar?tiba2 Sarah bertanya rumahtanggaku
"iya benar sudah 5tahun Aku menduda hehehe"
"sampai sekarang belum Ada penggantinya?tny Sarah
"belum,Aku masih menikmati masa2 ini"
"kenapa?belum menemukan yang tepat?"tny Sarah
"ya bisa jadi seperti itu,bagaimana dengan kamu sendiri?kok malam2 kamu menemuiku Aku disini.apa tidak marah suamimu?"tanyaku
"Aku cerai 1 tahun lalu."jwb Sarah lemah
"ooo maaf Aku tidak tahu"
"tidak apa2 Tristan Aku kan bukan orang terkenal yang kehidupannya masuk di media masaa"ucap Sarah sambil terkekeh
"hahahaha kamu bisa saja,sekarang kamu juga belum Ada penggantinya?tanyaku
"belum,Aku banyak kekurangan tristan.aku bercerai karena Aku tidak mempunyai anak.setelah melewati banyak pemeriksaan ternyata Aku mandul.sebab itu Aku minta cerai supaya suamiku bisa menikah lagi dan mendapatkan keturunan"sahut Sarah
"oooo Aku ikut sedih semoga suatu saat nanti kamu mendapatkan jodoh yang baik yang menerimamu apa adanya"jwbku
"kalopun Aku ingin menikah lagi sepertinya Aku akan mencari duda yang sudah punya anak saja.jadi dia tidak menuntutku untuk melahirkan"Katanya seraya menunduk
"ya mudah2an siapapun jodoh mu nanti adalah jodoh terbaik untukmu Sarah"
"terimakasih....oiya apa kegiatanmu sekarang?masih disepakbola?"Tanya Sarah
"Masih ..tapi sekarang Aku jadi pelatih"jwbku
"wah keren .. passion mu memang disepakbola Tristan,pantas saja badanmu sangat terawat.rajin olahraga sih"ucapnya sedikit genit
"ahhahaha bisa saja.bola memang duniaku.rasanya Aku tidak akan sanggup kalau sehari saja tidak melihat lapangan bola"ujarku
Sarah teman ngobrol yang asik.ada saja bahan obrolan yang dia berikan.aku merasa sesekali Sarah melirik ke arahku bahkan sesekali tangannya menyentuh tanganku entah disengaja atau tidak.
setelah menghabiskan waktu ngobrol bersama Sarah,Kami pun pulang kerumah masing2.sarah melambaikan tangan Dan berkata
"next time Kita ketemu lagi ya...Aku masih kangen"
Aku hanya tersenyum.entahlah selama 5tahun ini Aku selalu memasang jarak apabila ada perempuan yang terlihat tertarik padaku.aku tidak ingin mereka berharap padaku
itulah yang menyebabkan keluargaku bahkan teman2ku berpikir Aku belum move on bahkan sampai berpikir Aku tidak "normal"hahahahha