akhirnya Aku memutuskan menjauh dari mas tristan.sepertinya dia memang sudah menutup hatinya untukku.yovi sahabatku pernah bilang padaku
"mir,kamu sudah melakukan 1 kesalahan pada suamimu Tristan sekarang malah kamu berpikir untuk balik ke Tristan setelah menikah dengan rey.jangan melakukan kesalahan 2kali mir.bukankah Rey sudah menjadi pilihanmu"
kupikir yang dikatakan yovi ada benarnya juga.lagipula mas Tristan juga sudah tidak menggubrisku.rasanya sudah tidak ada harapan lagi
diawal pernikahanku dengan Rey ekonomi kami berantakan.saat itu Rey juga tidak diterima dikeluargaku.beruntung Aku Masih diterima ibuku.
Malam itu saat ibuku terlelap Aku masuk ke kamarnya.aku ambil beberap gelang milik ibuku
"maafkan Aku bu.aku terpaksa mengambil gelangmu.nanti jika usahaku bangkit lagi.aku pasti kembalikan bu"gumamku sembari cepat2 keluar dari kamar ibuku
hasil penjualan gelang Aku pakai untuk tambah modal tokoku.karena selama 2 tahun kutinggal hanya kupasrahkan pada pegawai.sehingga kondisi keuangan berantakan tidak terkendali.masih untuk tidak mengalami kerugian parah
seminggu kemudia ibuku menyadari gelangnya hilang.saudara2ku heboh dan menuduh salah seorang tetangga kami yang memang terkenal suka mencuri.untungnya tak ada bukti yang mengarah padanya sehingga dia bebas.hati ini merasa bersalah tapi Aku terpaksa demi kelangsungan bisnisku
sore itu saat hanya ada Aku dan ibuku dirumah itu.ibu memanggilku
"mir,duduklah sini Ibu mau bicara"panggil ibuku
"Ada apa bu?" tanyaku waswas
"Ibu tau siapa pencuri itu,mengapa kamu melakukan itu mir?Tanya Ibu
"maafin Mira bu,bisnis Mira berantakan.mira pakai gelang itu untuk nambah modal toko bu"isakku
"mengapa jadi begini mira.tristan laki2 baik kamu tinggalkan dengan cara tidak baik..dia tidak meminta toko sepeserpun tapi mengapa malah hancur bisnismu mir?apa ini cara Tuhan menghukummu Mira? ibuku mulai meneteskan air mata
semarah apapun Ibu padaku,Aku tetaplah putrinya.tak mungkin ia membenciku
"Ibu Mira berjanji jika Mira sudah bisa bangkit Mira akan ganti gelang ibu.maafkan Mira bu,doaan Mira bisa bangkit kembali"tangisku pecah
"banyaklah iinta ampun pada Gusti Allah Mira"jawab ibuku sembari berjalan masuk ke kamarnya
kutata kembali usahaku perlahan.Aku menikmati hidupku bersama Rey meskipun pertengkaran demi pertengkaran mewarnai hari2 kami.mungkin karena perbedaan usia yang membuat sering berselisih paham,namun Aku berusaha semua baik2 saja.aku tidak ingin gagal lagi
diawal pernikahan Aku sepakat dengan Rey untuk tidak nambah momongan,bagiku 2 anak sudah cukup.diluar dugaan Rey setuju dengan ide ku
"jika itu maumu Aku setuju saja,yang penting kamu nyaman"ujar Rey saat itu
"bagaimana dengan kamu?kamu kan laki2 biasanya menginginkan keturunan,darah dagingmu sendiri"sekali lagi Aku ingin memastikan Rey benar2 ikhlas tidak memiliki keturunan
"Aku tidak jadi masalah,Fida dan fani sudah kuanggap anakku sendiri.toh hubungan keluarga tidak melulu harus soal hubungan darah"jwb Rey kala itu
Aku lega karena di usiaku yang sekarang hampir 40tahun rasanya sangat beresiko untuk hamil dan melahirkan lagi
Hari demi hari kami lalui sampai akhirnya bisnisku membaik.Rey juga menjalankan bisnisnya sendiri dibidang saham,mata uang ,trading entah apalah itu Aku tidak begitu paham.dari bisnis Rey dia menghasilkan banyak sekali uang.toko cabang ke 4 dan ke 5 pun kami buka.
seiring membaiknya perekonomian kami,Aku perlahan melupakan mas Tristan.ketika bersama mas Tristan hidup kami bergelimang harta tapi sekarang bersama Rey lebih2 lagi harta yang kami dapatkan
rasanya apa yang Aku dan Rey capai saat ini mampu membungkam mulut orang2 yang dulu mencibirku karena perselingkuhan ku
sekarang kemanapun Aku pergi mereka mengelu-elukan aku.mereka seakan lupa pernah menghujatku,mencibirku.ya uang memang segalanya,mampu membolak balikkan segalanya meskipun tak jarang Aku pun tau masih ada saja kasak kusuk dibelakangku.tapi Aku tak peduli
"Ibu,ini gelang yang dulu Aku pernah ambil bu.modelnya memang tidak sama tapi beratnya berkali lipat dari punya Ibu.
sesuai janjiku saat bisnisku membaik Aku akan menggantinya.maafkan Aku bu saat itu mencuri darimu"sore itu aku mengembalikan gelang milik ibuku
"syukurlah jika memang bisnismu sudah membaik.mestinya tidak perlu kau belikan yg jauh lebih besar begini.cukup kamu bertanggung jawab dengan ucapanmu saja Ibu sudah senang"nampak mata tuanya sedikit berembun
"bu,maukah Ibu menerima Rey dirumah ini bu? dia sudah berbuat banyak untukku dan anak2 bu sampai kami dititik sekarang.dia membantuku sukses besar begini bu"mohonku pada Ibu
"bukankah suksesmu sebenernya sudah dimulai saat kamu dengan Tristan dan kamu lanjutkan dengan rey.bahkan tak sepeserpun kau bagi hartamu dengan Tristan.bagaimana kamu bilang suksesmu sekarang andil besar dari rey.bukankah justru kamu menapaki jalan dari 0 bersama Tristan?Tanya ibuku
"tapi bu bersama Tristan suksesku tidak sebesar ini.gaji Tristan kecil sekali hanya cukup untuk bensin.sedangkan Rey menghasilkan banyak sekali uang sehingga dia mampu menyokong bisnisku lebih besar lagi"rayuku pada ibu
"ingat Mira sebelum kamu memulai semuanya kamu hidup dari uang Tristan.saat dia masih menjadi pemain bola berapa banyak uang yang diberikan padamu.jangan Karena sudah bercerai kamu menjelekkan dia seolah olah dia tidak pernah membahagiakan kamu.ingat kamu sudah berbuat kesalahan terbesar dalam rumahtangga.aku akan memaafkan jika kakak2mu memaafkanmu juga" pungkas ibuku
Aku hanya terdiam tidak membantah ibuku.apa yang diucapkan ibuku memang ada benarnya.tapi salahkah Aku jika Aku ingin Rey diterima dikeluarga ini.
dipernikahan kami yang ke 5 kami membeli sebuah rumah yang sangat megah.rumah minimalis modern impianku.tokoku juga membuka lagi cabang sampai 7cabang.benar2 pencapaian besar
akhirnya semua keluargaku menerima rey.apapun yang terjadi Aku tetaplah saudara kandung mereka terlebih sekarang mereka juga tahu Aku bisa membuktikan diri lebih baik daripada bersama Tristan.
saking sibuknya dengan bisnis tanpa Aku sadari Rey sering pulang larut malam atau malah tidak pulang alasan ada kerjaan diluar kota.aku percaya saja karena dia tidak menunjukkan gelagat aneh2.
"kak,bapakmu memang tidak ada rencana menikah?Kami sudah berpisah hampir 5tahun" kutanya anakku Fida yang sedang makan siang bersamaku
"Gak tau bu,bapak memang pernah mengenalkan Aku dengan beberapa cewek.tapi Aku tidak setuju"jwb anakku
kusunggingkan senyum dibibirku.mengapa Tristan tidak memaksa,apa karena dia masih belum move on dariku.ya memang 5tahun ini banyangan mas Tristan sebenernya masih terus membayangiku.entah mungkin Aku juga belum bisa move on sepenuhnya
bagaimanapun dia pernah mengisi hari2ku.aku masih sering teringat bagaiman gagahnya dia dilapangan maupun diranjang.bahkan tidak jarang Aku masih sering berfantasi tentangnya.entahlah berdosa sekali aku ketika bersama Rey diranjang,Aku justru membayangkan mas Tristan yang atletis itu yang bersamaku,mau bagaimana lagi Aku tidak bisa mengendalikan pikiranku sendiri
sampai siang itu.....