"ibuuuuuuu......."kedua putriku berlari2 kearah ibunya yang sedang melamun diruang tamu,entah apa yg sedang dia pikirkan.
setelah anak2 memberikan makanan yang kami beli,Mira segera menatanya dimeja makan.tak lama terdengar beduk saat berbuka puasa.kuteguk air putih dan kumakan 3butir kurma.mira hanya terdiam tidak segera membatalkan puasanya
"mir,apa yang kau pikirkan sampai melamun seperti itu"tanyaku
"tidak mas,Aku hanya sedang merindukan rumah ini"jwb Mira
Aku bergegas menunaikan shalat maghrib bersama anakku.setelah itu kami duduk bersama dimeja makan Dan mulai menyantap hidangan buka puasa Kami.sepanjang Kami makan Mira hanya diam terlihat sekali dia sedang memikirkan sesuatu.aku tidak peduli bukankah sekarang sudah Istri orang, tidak berhak Aku mengorek tentang perasaannya
Malam itu setelah tarawih Di masjid,Aku terkejut karena Mira masih berada dirumahku.
"mengapa kamu masih disini?"tanyaku
"kenapa mas bukankah ini juga rumahku?jwbnya
"iya ini juga rumahmu tapi sudah seharusnya kamu pulang kerumah suamimu,tidak baik kamu berada disini sampai selarut ini.bahkan kemarin kamu sudah menginap disini.pulanglah suami Dan mertuamu pasti sudah menunggumu"dengan halus kuusir dia supaya pulang ke rumah suaminya Yang tepat berada didepan rumah kami
"biarkan Aku disini mas...Aku rindu rumah ini,Aku rindu kenangan disini,Aku rindu padamu mas.aku mohon mas Aku hanya nikah siri dengannya.terlebih Aku merindukan belaianmu mas.aku menyesal meninggalkamu,laki2 Yang sudah begitu baik padaku.aku Mohon mas maukah kau menghabiskan malam ini bersamaku,Aku ingin punya anak lagi bersamamu"jwb Mira
seketika mataku melotot.perempuan macam apa dia.aku tak habis pikir dengan perkataannya.
"tidurlah disini,aku akan pulang kerumah ibuku,tidak pantas kamu yang sudah menjadi istri orang tidur satu atap dengan mantan suamimu"jwbku sembari Aku keluar dan pulang kerumah orang tuaku
anak2 yang sudah tertidur tidak mengetahui kepergianku malam itu.hanya mira yang terus memohon padaku untuk tetap tinggal.saat Aku membuka pagar,kulihat sepasang Mata mengawasi Kami dari balik tirai dirumah depan.dialah Rey.ya dia sedang mengawasi istrinya yang terus saja merengek padaku untuk tinggal
seketika Aku berteriak " ajak istrimu pulang laki2 macam apa kamu membiarkan istrinya menginap dirumah mantan suaminya"
seketika tirai itu tertutup namun tak kudapati juga si Rey keluar rumah.dasar laki2 pengecut tidak tegas
segera kulajukan motorku kerumah orang tuaku