Aku anak perempuan satu2nya dikeluarga besarku.perawakanku yg kecil Dan kulitku yg putih membuat orang selalu memujiku cantik.semenjak SMU ada saja laki2 yg mencoba mendekatiku.beberapa dari mereka sempat pula aku pacari.namun tidak bertahan lama ya namanya juga cinta monyet
sampai ketika usiaku menginjak 22 tahun ayahku menjodohkanku dengan seorang laki2 bernama Tristan
dipertemuan pertama kami,Tristan tidak menarik perhatianku.hitam,kurus dan rambutnya gondrong namun sangat sopan.menurut ayahku dia juga pendiam,alim dan rajin sembahyang
saat itu Aku menolak perjodohan ini karena aku tidak tertarik sama sekali
beberapa bulan kemudian ayahku kembali membicarakan Tristan.ya laki2 itu masih diharapkan ayahku menjadi suamiku.ayahku membujukku untuk mencoba mengenalnya lebih dulu
Karena desakan ayah dan juga beberapa artikel di media masa yg memuat berita tentangnya.akhirnya aku setuju.ya dia sedang naik daun menjadi pemain sepak bola disebuah club besar
sore itu Tristan menjemputku untuk makan diluar.setelah pamitan dengan ke dua orang tuaku kamipun berboncengan ke tengah kota.jalan2 lalu makan dan terakhir ngopi disebuah kedai kopi yg tidak begitu ramai pengunjung.
"mengapa hanya diam saja dari tadi? tanyaku padanya
"bingung mau ngomong apa"jawabnya malu2
ya dia memang sangat pendiam,pemalu seperti orang yang tidak pernah jalan berdua dengan perempuan
"apa kamu tidak pernah jalan berdua dengan perempuan?""tanyaku
"kalau berdua tidak pernah,Aku selalu keluar ramai2 bersama teman2ku"jawabnya
"pantas dari tadi diam saja.lalu bagaimana dengan perjodohan kita apa kamu setuju?"tanyaku padanya
"Aku terserah kamu saja,kalau aku pribadi akan mengikuti apa kata orang tua sebagai baktiku pada mereka"jwb Tristan
"apa?kamu mau menikah dengan seseorang tanpa dasar cinta"?timpalku
"cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu yang penting kita ikhlas dan berniat menikah untuk ibadah"jwb tristan
jawaban yang sangat tidak masuk di logikaku.bagaimana bisa seseorang menjalani hubungan tanpa ada rasa cinta.
setelah ngopi kamipun pulang,dia antarkan Aku pulang kerumah.beberapa saat dia ngobrol dengan ayahku dan kemudian pamit.
Malam itu aku termangu didalam kamar.keputusan apa yg harus kuambil.orang tuaku sangat menyukai tristan.tapi bagaimana denganku.aku seorang gadis yg ceria yang suka bergaul.sementara Tristan laki laki yg sangat pendiam.dunianya hanya sepakbola dan rumah.ah terasa membosankan
hari2 berikutnya dia lebih sering menemuiku atas permintaan orang tuaku dan kakeknya.kami jadi sering keluar bersama sekedar makan atau ngopi.karena memang dia tidak suka keramaian,dia tidak suka menarik perhatian orang yang mengenalinya sebagai bintang sepakbola.
seringnya Kami bertemu membuatku lebih mengenalnya.dia laki2 baik yang gak aneh2.meskipun bisa dibilang ada saja fans perempuan yang mendekatinya dia tidak sekalipun tergoda.hal ini yang membuatku tertarik padanya dan mungkin juga tumbuh benih2 cinta dihatiku
sejak itu aku menjadi lebih perhatian padanya bahkan Aku jadi lebih sering merindukannya saat dia harus menjalani kompetisi diluar Kota.
setahun kemudian orang tua sepakat menikahkan Kami.bahagia sekali rasanya dihari itu.dia meminangku dengan sangat baik.seserahan yg terbaik.selain itu karena dia bintang sepakbola yang sedang naik daun,pernikahan kamipun dihadiri orang2 penting dan diliput banyak media.bangga rasanya aku berada disampingnya muncul dipemberitaan mana2.
setelah menikah kami memutuskan tinggal dirumah orang tuaku meskipun Tristan sudah mempunyai rumah.namun Aku tidak bisa jauh dari orang tuaku.
2bulan setelah menikah Aku langsung dinyatakan hamil.bahagia sekali rasanya membayangkan sebentar lagi akan menjadi ibu.sempurnalah hidupku
hari2 kulalui dengan kebahagiaan,meskipun Tristan bukanlah orang yang romantis dia cukup perhatian padaku Dan calon anak kami.dia juga sangat setia.aktifitas nya hanya latihan lalu pulang.tidak pernah dia pergi ke tempat hiburan malam atau sekedar karaoke bersama teman2 sesama pemain.sesekali saja dia meninggalkan kami beberapa hari jika ada kompetisi diluar kota
bersamanya Aku tak pernah merasa khawatir akan dikhianati.bersamanya Aku selalu merasa akulah perempuan satu2nya dihidupnya
waktu berlalu tak terasa sudah waktunya Aku melahirkan.hari itu selepas isya' Aku merasakan mulas yg luar biasa.segera Tristan dan orang tuaku membawaku ke rumah sakit.benar saja aku sudah pembukaan 4.selama proses menjelang melahirkan kontraksi yg semakin sering kurasakan semakin sakit.beruntung Ada Tristan yg selalu disampingku.sampai akhirnya pembukaan lengkap 10.akupun dibimbing untuk mengejan.tak butuh waktu lama terdengar suara tangis bayi
alhamdulillah putri pertama kami lahir.cantik sekali mempunyai hidung yg mancung seperti Tristan
terlihat jelas gurat bahagia di wajah Tristan saat mengadzani bayi mungil Kami
Hari itu rasanya Aku semakin mencintai suamiku,Tristan.entah mengapa hati ini semakin berdegup kencang saat melihatnya menggendong anak kami.terlihat jelas dia begitu menyayangi sosok mungil ditangannya
2 hari di rumah sakit akhirnya Aku dijinkan pulang.
sesampai dirumah Tristan benar2 tidak ingin melewatkan hari2nya tanpa merawat Kami berdua.Ya Tuhan bersyukur sekali Aku mempunyai laki2 ini dihidupku.
1tahun kemudian kami memutuskan pindah kerumah Kami sendiri.hari2 Kami semakin berwarna dengan hadirnya canda tawa putri kecil kami
4 tahun kemudian lahir anak ke dua kami.seorang putri juga.
meskipun awalnya kami menginginkan anak laki2 namun kami tetap bersyukur anak kami lahir perempuan.cantik sekali alhamdulillah mewarisi hidung bapaknya juga....mancung
saat anak ke 2 Kami lahir karier Tristan disepakbola harus terhenti karena dia mengalami cidera parah dikakinya.dengan terpaksa dia harus gantung sepatu
sejak saat itu kami memutuskan beralih profesi.kami buka toko kecil2an menjual peralatan rumah tangga.sedangkan Tristan karena kecintaannya pada Bola begitu besar dia memutuskan menjadi pelatih sepakbola
hari2 kami lalui dengan gotong royong.jam kerja Tristan yang hanya 3 jam setiap harinya membuatnya banyak waktu untuk membantuku ditoko atau menemaniku belanja barang dagangan di Surabaya.
3 tahun sudah toko ini berjalan kami mampu membuka 3 cabang lagi.
kehidupan kamipun berubah drastis.apapun yang kami inginkan selalu terpenuhi.
Hari itu minggu tiba2 ada tamu.dia seorang Ibu berusia 50tahunan bernama Bu Tatik.beliau tinggal sekitar 700m dari rumah kami.hubungan kami memang baik.sering sekali beliau bertandang kerumahku karena memang anak2nya berada diluar kota.
saat itu dia kerumah ingin meminta ijin padaku dan Tristan untuk numpang duduk dirumahku karena dia ingin mengawasi tukang yang sedang mengerjakan rumah barunya yang dibangun tepat didepan rumah kami
kamipun dengan senang hati mengijinkan bahkan Tristan menawarkan bila ingin masak untuk tukang dirumah kami juga tidak jadi soal
singkat cerita sejak hari itu bu tatik setiap hari datang kerumahku.kami masak bersama,menceritakan banyak hal.hubungan kami layakanya Ibu dan anak.tristan pun dengan senang hati jika saat dia harus mendampingi anak asuhnya untuk bertanding keluar kota,bu tatik menginap dirumahku untuk menemaniku.
hingga suatu hari bu tatik datang kerumah bersama seorang laki2 muda.dari garis wajahnya aku sudah menebak ini pasti putranya karena memang wajahnya mirip sekali
benar saja beliau memperkenalkan putranya.dia bernama rey.usianya lbh muda dariku.selain wajahnya yang ganteng dia juga pintar.terlihat dari cara bicaranya.dia juga lulusan universitas ternama dikotaku.selama ini dia bekerja diluar kota.sampai akhirnya dia memutuskan kembali ke Kota kelahirannya untuk menemani sang Ibu yg hidup sendiri.
sejak perkenalan itu hubungan Kami semakin dekat.bahkan suamiku memperlakukan Rey seperti adiknya sendiri.setiap hari mereka selalu ngopi bersama,jumatan bahkan tahlil rutin bersama.apalagi semenjak mereka akhirnya menempati rumah barunya.hubungan keluarga Kami semakin erat
sampai suatu hari Rey menyatakan cintanya padaku.aku sangat terkejut bagaiman bisa dia yang bujang mencintaiku yg lebih tua Dan sudah punya 2 anak.namun tak dipungkiri ada getaran2 cinta juga dihatiku.karena memang Kami sering bertemu bahkan saat suamiku harus keluar kota dia selalu menittipkan Kami pada Rey
Malam itu suamiku sedang berada Di padang.rey dengan begitu hati2 berkata padaku
"mbak Aku sudah lama memendam rasa ini,maafkan jika Aku lancang.tapi Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri Aku jatuh cinta padamu mbak"ucapnya sembari menatapku penuh cinta
"apa yg kamu lihat Dari aku.aku ini sudah bersuami Dan punya anak.bukankah kau Masih bisa mencari yg Masih gadis"jawabku
"entahlah mbak cinta mana bisa memaksa mbak,dia datang dengan sendirinya,sama seperti cintaku padamu mbak.tiap hari Aku tidak sabar ingin menemuimu mbak"jawabnya sembari mengambil kedua tanganku Dan menggenggamnya erat
entah setan mana yg merasuki,Aku pun menganggukan kepala Dan menyatakan bahwa akupun tertarik padanya.seketika dia memelukku,akupun makin tenggelam didalam pelukannya.
suasana rumah yang sepi karena anak2ku sudah tidur membuat Kami semakin terbuai dengan perasaan kami.
tanpa Kami sadari Kami sudah saling
menautkan bibir.nafsuku seketika bangkit.setahun belakangan hubungan ranjang Aku dan Tristan memang mulai memudar Karena kesibukan kami.sentuhan demi sentuhan yang diberikan Rey mampu membuatku meleleh dalam pelukannya.malam itu diranjangku Dan Tristan Aku mereguk manisnya cinta terlarang bersama laki2 lain.aku begitu terbuai dengan permainan ranjang rey.dia begitu menggoda dan membuatku merasakan kenikmatan yg luar biasa yang sudah lama tak kudapatkan dari suamiku.
2 hari berikutnya Rey lebih sering mengunjungiku siang dan malam,disaat anak2ku tidur kami melepas hasrat.permainan panas yang disuguhkan padaku membuatku semakin tergila2 padanya.
hingga akhirnya suamiku pulang.kami berlaku seperti tidak terjadi apa2.malam itu Tristan tiba2 menginginkan diriku mungkin dia rindu setelah dari luar Kota beberapa hari.akupun melayaninya seperti biasa.tapi saat itu yang ada dipikiranku justru rey.ya dia begitu mendominasi pikiranku.
setelah menunaikan hajatnya.tristan bertanya padaku
"Ada apa kenapa kamu berbeda?kamu tidak seperti biasanya,kamu tidak sepenuhnya konsentrasi padaku.apa kamu sakit"tanyanya
"tidak Aku hanya sedikit lelah,maaf ya sayang Aku jadi tidak begitu b*******h"kilahku
"tidak apa2,sekarang istirahatlah..besok pergilah ke spa untuk memanjakan dirimu"jwb Tristan
Malam itu kamipun tertidur.tapi Aku tak bisa tidur nyenyak karena rasa bersalah pada Tristan tapi Aku tidak bisa mengalihkan pikiranku dari Rey