sedang tidak baik baik saja

377 Words
Selama masa pendekatan dia begitu perhatian padaku,tak nampak bahwa dia perempuan yg pernah menolakku.singkat cerita setahun kemudian kami menikah dan tahun berikutnya kami dikaruniai seorang anak cantik jelita yg kami namai Fida.perjalanan rumahtangga kami dibilang mulus saja tanpa kendala berarti.meskipun pekerjaanku menuntutku sering keluar kota,hubungan kami terbilang harmonis karena saling percaya. 2 tahun setelah anak Kami lahir,Aku mendapatkan cidera parah Yang memaksa Aku "gantung sepatu". Sejak itu kami membuka usaha Kami sendiri.kami berjualan perabot rumah tangga. Tahun berikutnya Aku memutuskan menjadi pelatih sepakbola.dengan gaji yang sangat kecil tetap Aku lakoni toh waktu kerjaku hanya 2 jam perhari sehingga Aku masih bisa menjalankan usaha kami.2 tahun kemudian Putri ke-2 kami lahir.bidadari kecil ini kuberi nama Fani. usaha kami berkembang pesat sampai memiliki beberapa toko dibeberapa tempat dengan omset puluhan juta setiap harinya istriku sering protes kenapa Aku masih melakoni pekerjaanku yg gajinya hanya ratusan ribu setiap bulannya. Bola adalah passionku toh Aku masih bisa membantunya ditoko,itu yg selalu aku katakan padanya. 8tahun pernikahan semuanya berjalan normal,Kami punya segalanya namun dari hari ke hari Aku dan istriku semakin jauh.kemanapun dia pergi tak mau lagi kutemani.aku masih tetap percaya dia berjalan selayaknya Istri sholehah. Sore itu aku pulang latihan seperti biasa.sampai dirumah kondisinya sepi,ya kalau jam2 segini anak2 ku pasti sedang mengaji.ketika sampai ruang tamu,samar kudengar obrolan ARTku "duh,gimana ya dosa gak ya kita tau tapi diam aja"ucap Sri "udah gak usah ikut campur urusan majikan,kita disini dibayar untuk kerja bukan untuk bergosip"timpal Evi "kasian bapak,kok bisa Ibu melakukan itu dirumah mereka sendiri.cowoknya juga gak tau malu sudah dianggap seperti adik sendiri malah nusuk dari belakang "ucap Sri Aku bukan tidak tau apa2.sudah lama Aku dengar desas desus tentang istriku dengan Ryan.bahkan teman2 sesama pesepak bola ada saja yg memberitahuku melihat mereka berdua diluar kota.aku mencoba menutup mata dan telinga karena aku tidak ingin rumahtanggaku hancur,terlebih ada 2 bidadari kecil yg aku sayangi. Aku sengaja berdehem untuk menghentikan coletahan 2 ARTku.setelah mandi dan shalat ku telpon istriku untuk menanyakan apakah dia mau dijemput ditoko seperti biasanya. "Aku sedang ke Surabaya karena ada pesanan mendadak,maaf tadi gak sempat pamit.besok aku pulang mau nginap dirumah kakakku dulu semalam" ucap istriku "yaudah kamu hati2 atau besok Aku jemput dirumah kakakmu?"tanyaku "nggak usah Aku sudah pesan travel untuk besok,kamu dirumah aja jaga anak2 ya"jawabnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD