Hari penentuan

577 Words
hal yg sering terjadi 1 tahun terakhir ini.aku tau dia tidak sendiri,Aku tau Ryan bersamanya karena malam itu Aku lihat mobil Ryan tidak ada. ya rumah Ryan tepat didepan rumahku sehingga Aku bisa melihat dengan jelas ketika suatu hari dia keluar rumah memakai baju yg sama persis dengan bajuku yg dibelikan istriku.saat itu istriku berdalih beli 1 gratis 1.yasudalah Aku tidak ingin memperpanjang masalah hanya saja sejak saat itu Aku tidak memakainya lagi keesokan harinya istriku pulang.sekitar 20menit setelah istriku masuk rumah,kulihat mobil Ryan masuk kerumahnya. akupun menghampiri istriku didalam kamar. "apa selama ini Aku sebagai suami kurang membuatmu bahagia?" "kenapa tiba2 bertanya seperti itu,kamu suami terbaikku juga ayah terbaik untuk anak2 Kita"ucapnya "apa kamu sungguh2?jika ada yang kamu tidak suka dariku,mengapa tak kamu katakan saja supaya Kita bisa memperbaiki diri bersama2" " percayalah,Aku tidak Ada masalah denganmu,maafkan Aku jika akhir2 ini Aku selalu sibuk.terimakasih kamu selalu handle toko saat Aku diluar Kota"ucapnya sembari dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. dengan cepat dia mencium bibirku,jari2 nya pun mulai membuka kancing bajuku sembari dia berbisik "Aku akan memanjakanmu sayang" Kami pun bergumul salam kenikmatan hanya saja feeling suami tidak bisa bohong.dia berpura2 menikmati pergumulan kami. Hari2 berlalu sejak malam itu,hubungan kami semakin merenggang Karena Aku akhirnya memutuskan untuk tidak berhubungan suami Istri lagi dengannya.semuanya terasa hambar. Siang itu dirumah hanya Kami berdua.anak2 dirumah nenek nya dan art kami sedang cuti.momen ini kumanfaatkan untuk menyelesaikan semuanya "duduklah sini,Aku mau bicara" "apa yg perlu dibicarakan lagi,Aku sudah muak denganmu yang kerja sebulan hanya untuk 500rb saja"ucap istriku "bukankah Aku juga tetap menjalankan bisnis Kita?" "ah sudah setahun lebih Aku jalan sendiri kemana2"timpalnya "bukankah kamu yg selalu pergi tanpa pamit padaku,tiba2 sudah diluar Kota dengan alasan macam2" "Karena aku malu jalan Sama kamu apa yg bisa dibanggakan darimu"jwb istriku "cukup..cukup kamu menghinaku.aku sudah tau semuanya.kamu ada hubungan dengan Ryan.2 tahun belakangan kalian semakin dekat.aku diam karena Aku tidak mau keluarga ini hancur,kasian anak2ku." "apa yg kamu katakan,jangan mengalihkan kesalahan padaku"jwbny "2kali Aku pergoki kalian berdua dirumah ini,setiap Aku keluar rumah laki2 itu masuk.banyak juga orang yg melihatmu diluar Kota bersama dia,Aku bukan laki2 bodoh,Aku mengalah demi anak2,tapi makin kesni makin gak karuan.bahkan hampir setahun kita tidak melakukan hubungan badan kamu diam saja.padahal dulu seminggu saja Aku tidak menyentuhmu,kamu marah2 menuduhku macam2 diluar sana" "ah itu perasanmu saja,Aku hanya terlalu sibuk dengan pekerjaanku"jwbnya "sudahlah...lebih baik katakan semua sejujurnya.apa yg sudah kalian lakukan dan sejauh apa.katakan semua setelah itu berhenti,putuskan dia Kita mulai semua 0 lagi demi anak2 jangan sampai mereka menjadi anak broken home" wajahnya seketika memerah Dan dia menunduk.dengan lirih dia berkata "kalau saja Aku laki2,Aku mau dengan dua2nya "jwbnya "sekalipun kmu perempuan Dan boleh mengambil 2 lelaki dalam hidupmu,Aku tidak sudi.sekarang kamu tinggalkan dia atau kamu tinggalkan Aku?" 20 menit kami terdiam "Aku pilih dia..."tiba2 dia menjawab dengan suara lirih "baiklah jika itu maumu...kamu urus semuanya,Aku terima beres saja" akupun beranjak pergi kekamar dan mengemasi barang2ku bersiap kembali kerumah orang tuaku.rumah yang kami bangun berdua ini sudah ternodai oleh hadirnya orang ketiga diranjang kami. tiba2 dia masuk kamar Dan memelukku Dari belakang "jangan pergi,Aku masih menginginkanmu"ucapnya sembari tangannya bergerilya dibagian sensitifku kukibaskan tangannya "sudahlah,kamu sudah mendapatkan kepuasan bersamanya jangan juga serakah mengingikan kepuasan dariku.kamu sudah memilihnya...Aku memaafkan mu sekaligus melupakanmu sejak saat ini" Malam itu juga Aku keluar dari rumah,meninggalkan semua kenangan sekaligus sakit hatiku.aku hanya berharap anak2ku masih punya tempat berteduh,biarlah aku laki2 bisa hidup dimana saja. dia menangisi kepergianku tapi hatiku sudah tak merasakan apapun,luka itu membuatku mati rasa
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD