**

587 Words
Siang itu Aku bersiap pergi menemui Istri Dan pengacaranya untuk menandatangani surat persetujuan perceraian. setelah bertemu Dan berbasa basi sekedarnya segera ku tanda tangani surat itu,sekilas k****a alasan dia mengajukan cerai dikatakan Aku tidak bekerja,banyak hutang,pemalas Dan sering memicu konflik rumah tangga Aku tidak peduli alasan apa yg tertuang didlam sana.aku hanya ingin secepatnya pergi dari tempat itu *** Entah berapa lama setelah itu pertemuan itu,datang surat panggilan dari oengadulan agama.tak satupun Aku buka suratnya,tidak juga kuhadiri persidangannya. sampai datanglah surat putusan.semua Surat2 itu kutata rapi dilemari tanpa sekalipun kubuka Oktober 2010 Aku resmi menduda.rasa sakit itu sudah hilang,semua benci Dan dendam telah sirna.aku memaafka. dirinya,lelaki itu Dan juga memaafkan diriku sendiri yang gagal menjadi imam keluarga.hanya kesedihan yang aku rasakan.kesedihan karena tidak setiap saat bisa bersama kedua putriku kuhabiskan waktuku dengan berlama-lama Di lapangan atau sekedar ngopi bareng teman untuk melepas semua kesedihanku. sampai suatu Siang mantan istriku menghubungiku "Aku mau pergi ke Surabaya ke tempat kakakku Dan menginap disana.rumah akan kucarikan penjaga"ucapnya "untuk apa cari penjaga,Aku akan kesana menjaga rumah sampai kalian pulang" "yasudah kalau begitu"timpal mantan istriku segera Aku berkemas membawa beberap baju saja Dan segera kupacu roda duaku menuju rumah kami. jarak rumah ibuku Dan rumah kami hanya sekitar 20menit saja.kukebut hingga hanya 10 menit saja sampai karena Aku ingin bertemu anak2 dulu sesampainya dirumah ternyata kondisi rumah sudah sepi,segera kuambil kunci pintu yg diletakkan dibawah pot Bunga betapa terkejutnya Aku setelah Aku masuk banyak barang2 yg sudah tidak ada.pakaian anakku juga tidak ada.motor yg tersisa dirumah juga tidak ada.mobil kamipun tidak Ada digarasi Aku masih berpikir positif,mungkin mereka ingin menginap lebih lama Dan mereka berkendara menggunakan mobil sendiri 3 Hari sudah Aku berada dirumah penuh kenangan tapi juga menyakitkan ini.belum juga ada kabar kapan mereka kembali. sampai suatu malam,anakku Fida meneleponku. "Bapak....jemput aku pak,Aku gak mau disini aku mau sama bapak"suaranya terdengar serak karena dia bicara sambil menangis "kakak dimana..kenapa kakak menangis?" "Aku di Lombok pak,Aku dibawa Ibu pindah kesini sama Om Ryan.mereka sudah menikah Pak,jemput aku pak...Aku gak mau disini"Kata putri kesayanganku kutenangkan dia Aku akan berusaha menjemputnya Tak lama setelah anakku menutup telpon,mantan istriku meneleponku terdengar jelas dia menangis "mas,maafin Aku...Aku mau pulang aja.alu gak sanggup disini bertengkar terus,jemput Aku mas"isaknya "tidak mungkin Aku menjemputmu,kamu sudah menjadi istri orang.salah besar kalau Aku menjemputmu"jawabku dengan tegas "Aku hanya nikah siri mas sama dia...Aku mau pulang mas.aku kepikiran kamu terus disini.aku kangen kamu"masih dengan suara parau karena menangis kututup telponnya karena apa yg kudengar terasa sangat menjijikkan bukankah itu sudah menjadi pilihannya saat itu.biarlah dia tanggung resikonya sendiri kuhabiskan malam itu diatas sajadah.aku hanya memohon pada Allah lindungi anakku dimanapun mereka berada.akupun memohon petunjuk apakah Aku harus menjemput mereka.bagaimana kalau ibunya memaksa ikut pulang juga setelah malam itu setiap hari anakku selalu meneleponku.kuberikan pengertian pada mereka bahwa jika Aku menjemputnya,maka ibunya akan ikut dan itu akan salah karena ibunya sudah menjadi istri orang.anakku memahami dan selanjutnya mereka tidak merengek lagi.telepon hanya untuk berkabar dan berbagi cerita sedangkan ibunya hampir tiap malam menghubungiku.mengatakan jika dia rindu,teringat masa2 indah bersamaku entah mengapa apapun yg dia katakan tidak mampu membuat hatiku luluh Aku justru semakin mambatu, wanita macam apa dia.disaat dia sah menjadi istriku,dia selingkuh dengan laki2 lain.disaat sudah bersama laki2 pilihannya justru dia berusaha menggodaku lagi bukan rasa iba atau senang yg muncul dihatiku tapi rasa muak dan jijik minggu berganti,bulan dan tahun berganti.tak terasa 2 tahun sudah mereka semua jauh dariku dan 2 tahun sudah Aku menempati lagi rumah ini tiba2 pagi itu mantan istriku menghubungiku mengatakan dia akan pulang menjelang lebaran ~bersambung~
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD