Chapter 20: Keputusan

1404 Words

Maya POV Meski awalnya sempat dag dig dug karena punggung tangannya dicium oleh Devin di parkiran tadi, dan kursi bioskop yang membuat Maya dan Devin duduk lebih dekat dari biasa, tapi film yang ditonton begitu seru bagi Maya, sehingga ia fokus total ke layar bioskop selama dua jam dan hampir lupa bahwa ia sedang jalan dengan Devin. Selama film berlangsung, Devin juga tidak banyak bersuara. Maya baru mendengar suaranya lagi setelah ending credit film diputar. “Kita keluar?” “Oke mas.” Maya tersenyum dan berdiri dari kursi yang seperti tempat tidur itu. Suasana bioskop yang ramai membuat jalan menuju pintu keluar ramai dengan para pengunjung, dan Maya yang berjalan di samping Devin tidak sengaja tersenggol oleh seseorang hingga ia hampir jatuh dan refleks memegang lengan Devin. “Aduh,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD