Chapter 19: Pertarungan

1750 Words

Maya POV Tak pernah terbayangkan oleh Maya bahwa dia akan dihadapkan dengan situasi ini, ketika ia, Devin dan ayahnya secara tak sengaja bertemu. Parahnya, pertemuan mereka terjadi di apartemen, yang berarti pak Airlangga kini tahu bahwa ia dan Devin, selain dijodohkan oleh sang kakek, juga bertetangga. Ia bingung harus berkata apa pada Pak Airlangga sekarang. Apa gue harus pura-pura bodoh aja sama si bapak? Batin Maya. Beruntung bagi Maya, Devin bersuara lebih dulu. “Ah, selamat sore, Pak Airlangga.” Devin tersenyum tipis sembari menyalami sang ayah. “Saya tinggal disini.” “Jadi, mas Devin selama ini adalah tetangganya Maya?” Pak Airlangga malah tampak makin terkejut. Maya hanya diam, memperhatikan interaksi kedua lelaki ini yang sepertinya sudah saling mengenal. “Benar, saya sudah k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD