Chapter 55: Basah

1275 Words

Devin POV Usaha Devin serta persistensinya meminta maaf pada Maya tampaknya sukses membuat sang pacar luluh, karena Maya jadi mau makan malam bersamanya, meski masih sering diam, tidak seperti biasa. Tapi Devin tidak keberatan, baginya ini sudah jauh lebih baik dibanding Maya yang marah padanya. Ketika mereka makan malam bersama dalam diam, ini mengingatkannya pada sebelum ia mengenal Maya sebagai cucu Pak Sudibyo, mereka hanya menghabiskan waktu sarapan bersama dalam diam dan jarang mengobrol. Tapi tentu saja, rasanya damai. Setelah selesai makan, Devin lagi-lagi menggenggam tangan Maya, karena ia khawatir Maya tiba-tiba ngambek dan kabur dari kamar suite mereka. “Kamu mau langsung tidur, May?” Tanya Devin, sembari memandang lurus ke arah Maya yang masih saja melengos, menatap pemand

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD