Maya POV Maya masih berkutat dengan perasaannya sementara Devin mengiba di sebelahnya. Duh.. kalau balikan, apa bukan gue ini yang bodoh? Bucin kebangetan, diselingkuhi aja masih mau? Maya merutuki dirinya sendiri yang tiba-tiba bimbang. Padahal tadi rasanya ia begitu marah pada lelaki ini, dan siap melanjutkan hidupnya sendiri kembali ke NYC. Tapi keberadaan Devin yang tiba-tiba mengikutinya begini sukses membuatnya ragu. “May..” Devin berkata lagi, suaranya memelas. “Aku tahu penjelasanku gak masuk akal. Tapi itu yang terjadi sebenarnya. Aku minta maaf, aku udah mengecewakan kamu. Sungguh.” Maya masih diam, dalam hatinya juga bergejolak sekarang. “Aku sayang banget sama kamu, cinta bahkan. Kalau aku gak cinta, gak mungkin aku ngejar kamu begini. Kamu tahu kan aku ini bagaimana? Aku

