Cemberut

1300 Words

Alya meraih kotak makan malamnya dari dalam tenda militer dan berencana menuju tenda tim medis untuk makan. Baru saja ia melangkah keluar, sesosok tubuh tiba-tiba sudah berdiri tegak di hadapannya, Satria, menghadang jalannya. Alya sontak mencemberutkan wajah, lalu bergeser ke kiri. Satria bergerak mengikutinya. Ia bergeser ke kanan, Satria kembali menghalangi. Alya mendengus dan bergeser ke kiri untuk ketiga kalinya. “Permisi,” desis Alya dingin, tatapannya menajam lurus ke depan namun bukan menatap Satria, ia enggan bertemu mata dengannya. “Saya mau lewat.” Bukan jawaban yang didapat, melainkan aksi. Tanpa banyak bicara, Satria merebut kotak makan yang Alya pegang di tangan kirinya, sedang tangan kanannya masih berbalut perban tebal dan disangga sling. “Hei! Aku mau makan!” Alya oto

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD