Penyelamatan

1443 Words

Satria bergegas lari menuju lokasi, diikuti beberapa Prajurit dari timnya, termasuk Lettu Dwi Hanifah. Setibanya di sana, celah reruntuhan yang terbuka tadi telah tertutup kembali. Alya benar-benar terjebak. Satria langsung menyambar seorang anggota Basarnas yang berdiri terdekat. “Kenapa kau tidak melarangnya masuk reruntuhan?” Satria mencengkram kerah pria itu dengan kuat, matanya memancarkan kemarahan yang membara. “Mayor, tenang—tenangkan dirimu.” Lettu Dwi segera meraih lengan Satria, berusaha melonggarkan cengkraman Mayor tersebut. Lettu Dwi menatap kepanikan Satria. Ini bukanlah sikap Mayor yang ia kenal. Satria dikenal sebagai prajurit yang tenang dan dingin, mampu mengambil keputusan rasional dalam situasi segawat apa pun. Namun, kali ini, sikapnya jelas berbeda. “S-saya suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD