Selepas wanita itu keluar aku langsung menutup rapat-rapat pintu ruanganku. Karena jelas aku akan melakukan perencanaan sebaik mungkin untuk dirinya yang akan kerjakan esok hari. Pertama kubuka lokerku untuk kuperiksa tinta bersama alat kebanggaanku, untuk memperkasai, yah anggap saja copy right dari maha karyaku. Stttt... “Good” Ucapku bangga, bahkan dengan mendengar suara pena tato milikku saja hatiku sudah sangat senang sekali karenanya. “Lagi-lagi harus kutekui kalian yang ingin tampil cantik untuk seseorang yang lain, ingin membuat mata yang seharusnya bukan orang yang ingin kalian buat terpukau dengan wajah kalian itu” Gumamku, dan sungguh aku ingin melihat bagaimana jeritan seorang perwira yang tengah menjalin asmara dengan pria beristri itu, apakah dia akan berani atau b

