“Ada apa?” “Si-siapa kamu???” Tanya panik juga takut Gyna pada dirinya yang kini terlihat mulai membawa satu kakinya untuk lebih dekat berdiri berhadapan dengannya. Gyna yang padahal sudah tahu kalau pria yang sedang berada tepat di depan matanya itu adalah sang target, tapi tetap saja nalurinya yang sadar kalau bahaya kini bisa saja menerjang dirinya, sampai ia refleks memundurkan langkah kakinya, ingin ia menjauh, bahkan lari sejauh mungkin, karena tak bisa di pungkiri kalau perasaan gugup bercampur takut hingga tegang begitu kuat menggerayangi dirinya. “Jangan mendekat” “Jangan-“ Grappp Mendapat peringatan dari Gyna, si pria itu bukannya mendengarkannya, tapi justru mencengkram kuat-kuat pergelangan tangan Gyna sekarang ini. “Lepas atau aku bakal teriak” Gyna mengancam

