“Eumhhh...” Ill tiba-tiba melenguh dalam tidurnya, sampai aku jadi harus meraih tubuhnya untuk berada dalam pelukku yang lebih erat. “Tidur lagi sayang...” Ucapku bersama dengan tepukanku, menina bobokan dirinya karena hari yang juga masih pagi. Namun kemudian... Kriukkk Suara alarm perut yang minta di beri makan itu tiba-tiba terdengar. Sampai aku jadi menjauhkan sedikit tubuhku darinya, memeriksa kekasihku yang ternyata berusaha gelisah, yang kukira tak nyenyak karena posisi tidurnya, tapi karena ia yang harus memilih antara memenuhi inginnya untuk tetap tidur atau bangun meski masih mengantuk untuk mengisi perutnya yang sudah berbunyi kriukk kriukk itu. “Ill sayang...” “Kalau kamu lapar ayo bangun dan makan” Ucapku kepada dirinya yang nampaknya benar-benar enggan sekali

