Bab : 2 CInta Bersemi di Balik Ambisi

1029 Words
" Gadis dengar, saya mau ke bank, tolong kamu kasih tau yang lain siapkan semua laporan nya, nanti habis dzuhur kita ada meeting dengan direktur." sambil berjalan tergesa - gesa Rini berjalan di lorong divisinya " Siap, Bu! " Gadis dengan cekatan memberitahu lewat group di wa nya kalau nanti ada meeting dadakan. semua harus segera menyiapkan laporannya, " Kamu Andi! Bantu Ratna juga Gadis. pokoknya saya nggak mau ada kesalahan satu angka saja di laporan kalian " Iya, Bu!" dengan sopan Andi menjawab dan mengangukan kepala Rini berjalan melewati loby kantor, langkahnya yang energik juga anggun membuat siapapun terpana melihatnya. " Pagi ! Bu! " ujar security loby dengan sopan Tanpa senyum Rini mengangguk sambil melambaikan tangannya, pada supirnya. " Ayo jalan, Pak. Kita ke Bang Duta Mega sekarang!" " Siap, Bu!" cepat tapi nyaman, supir mulai mengemudikan mobilnya Sementara Rini terus bekerja meskipun didalam mobil. Laptop nya terus menyala, Terpampang jelas dilayar laptop sederet angka - angka yang membuat pusing kepala, Tapi tidak dengan Rini. Dia sudah terbiasa. Baginya kerja adalah hidupnya. Hidupnya hanya di penuhi oleh rapat, bisnis, ke bank. Tak ada sedikitpun pikiranya yang terbagi untuk cinta. " Hallo! Iya Pak sebentar saya sampai, saya sudah kirim datanya di teller, saya hanya minta rekening korannya sebentar langsung selesai." Sesibuk itu dunia Rini. Walaupun dari lubuk hatinya yang paling dalam dia sebenarnya kesepian. Saudara - saudaranya yang jauh disebrang pulau, teman - teman yang entah kemana rimbanya. Semua rasa sepinya dia tutupi dengan sikap kerasnya, ambisinya dan kegilaan nya dengan pekerjaan. *** Jam sudah menunjukan.pukul sepuluh pagi, Rini sudah kembali berada di kantornya. langkahnya tegak berjalan masuk dan keluar lif. Hinggak akhirnya dia sampai dilantai dua divisinya. Tidak sengaja matanya melihat Andi yang sedang sibuk membantu pekerjaan Ratna juga Gadis. Begitu semangat sampai melupakan penampilannya. " Gadis gimana sudah selesai semua!" teriak Rini yang akhirnya sanggup membuyarkan konsentrasi semuanya yang ada di ruangan ituu " Bu maaf saya tidak melihat ibu datang. Sudah bu, semua sudah rapih. Sudah saya taruh semua laporan nya di ruangan Ibu." Sambil menganggu Rini duduk di meja, nya. Tangannya cekatan menghidupkan komputer di meja nya. Tapi tiba - tiba.. " Loh ini gimana ? kenapa begini? Gadis coba tolong panggil Pak Joko keruangan saya, suruh dia betulin komputer saya. Cepat! Sebentar lagi kita harus rapat. Semua data - data saya ada disana." dengan panik Rini berteriak memangil Gadis lewat panggilan telpon Sementara di ruangan sebelah Gadis, menutup kupingnya, karena kaget mendengar suara Rini di saluran telponnya. Meskipun mereka hanya di batasi ruangan dengan sekat kaca. " I_ iya, Bu! Sebentar!" jawab Gadis tak kalah panik Semua orang yang ada di ruangan itu ikut panik, termaksud Andi dan Ratna. " Hey kenapa, Dis?" tanya Ratna pelan tapi tidak dijawab oleh Gadis, hanya tanganya yang melambai memberi kode pada Ratna Akhirnya Ratna yang duduk tidak terlalu.jauh dari meja Gadis datang menghampiri. Lalu bertanya dengan suara pelan. " Ada apa? Bu Bos minta apa? Ada yang salah sama laporan kita? " tanya Ratna tanpa jeda " Haduh Pak Joko cuti, ya ! Mati dah gue!" ucapnya pelan dengan wajah panik " Kenapa cari Pak Joko? Pak Joko cuti. Tapi ada asisten nya Budi' coba hubungin. " mereka terus saling membantu karena tidak ingin Bos mereka yang terkenal galak akan mengeluarkan taringnya " Duh kemana sih! Nggak tau orang lagi panik apa!Ayok dong angkat Pak Budi!" mereka berdua semakin panik dan frustasi karena handphone Pak Budi tidak bisa dihubungi Kepanikan mereka bertambah ketika ada telpon masuk dari ruangan Rini. " Angkat Dis! " ujar Ratna ketakutan " Udah, lo aja. gw masih coba hubungin Budi." ujar Gadis takut - takut Tiba - tiba Andi yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaan nya. Datang menghampiri dua wanita itu. " Maaf Punten, Bu. Ada apa ya? Tadi kalau nggak salah denger Ibu bicarakan server diruangan Bu Rini rusak ya? Boleh saya periksa. Insya Allah saya pernah betulin server yang rusak. " ucapnya sopan dan hati - hati Bukanya menjawab kedua wanita itu diam saja terpaku dengan omongan Andi. " Bu!Bu!" ujar Andi sambil melambaikan tangannya di depan wajah kedua wanita cantik itu " Eh ...Iya..! Emang kamu bisa? Serius? Jangan main -.main. Kalau kamu main - main kita semua bisa mati. Ini urusannya nyawa. Antara hidup dan mati, Andi!" " Iya, Insyaallah saya bisa. Ayok bawa saya ke ruangan Bu Rini." mereka jalan bertiga ragu - ragu masuk kedalam ruangan Rini Tok ...Tok.....Tok Dan terdengar suara dari dalam ruangan. " Lo gimana sih! Mana Pak Joko? Gimana sih jangan main - main. Saya butuh dia sekarang. Data saya disana semua. waktu kita nggak banyak. Habis isirahat dzuhur kita meetingmya." " P_pak Joko nggak masuk, Bu. Dia ijin cuti tahunan, Bu. Tapi katanya Andi bisa, Bu!" takut - takut Gadis bicara dengan Rini " Ha! Kamu bercanda Gadis! Saya sedang tidak main - main, Waktu saya cuma sedikit. " ucap Rini panik " Mohon maaf sebelumnya, Bu. Tapi tolong kasih saya kesempatan. Saya akan berusaha tidak mengecewakan Bu Rini, Tapi saya butuh waktu kurang lebih satu jam. " Andi berkata sopan dan hati - hati Rini melihat jam tangan yang melingkar cantik ditangannya. " Oke sekarang jam sepuluh, kalau kamu butuh waktu satu jam, Berarti estimasi nya jam sebelas semua selesai, Tapi kalau kamu mempermainkan saya, Kita masih punya waktu satu jam buat kamu cari IT yang harus menyelesaikan semuanya. Dan saya tidak mau tahu. Kalau kamu tidak bisa menepati janji, kamu akan saya beri surat peringatan, karena kamu sudah melalaikan pekerjaan!" Rini terus saja menistimidasi Andi Tanpa berkata apa - apa Andi mulai bekerja, Dia meminjam alat yang ada di perusahaan, kemudian Andi bekerja dengan tenang dan fokus. Gadis dan Ratna kembali keruangan mereka, melanjutkan pekerjaannya. Sementara Rini memilih tinggal di ruangan. Diam - diam Rini terkesan dengan cara kerja Andi. Walaupun dia masih sangat muda, Tapi Andi bisa bekerja fokus dan serius. Andi terlihat seperti seorang IT yang berpengalaman. Hingga akhirnya waktu berjalan hampir satu jam. Alhamdulillah sudah selesai. "Ayok dicoba, Bu Rini." Tanpa menunggu lama, Rini menghidupkan komputer nya,dan server pun menyala kembali. " Kamu hebat, Good job, Andi!" kata singkat, padat dan penuh arti Sementara Andi hanya bisa tersenyum, mengangguk kemudian pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD