Pada akhirnya rencana Fatwa dan Dimas untuk jalan - jalan berganti menuju ke makam Arisa kemudian ke makam Jeki. Mereka ingin saling menghargai masa lalu dan juga tidak melupakan cinta pertama mereka. "Makam suamimu masih jauh ya? " tanya Dimas sabar. "Iya, diujung sana. Tepatnya di bawah pohon Kamboja yang paling tinggi itu. " "Oh, yang ada lelaki itu ya?" tanya Dimas memastikan. "Siapa dia ya? Setahuku suamiku tidak memiliki siapa pun lagi. Atau mungkin saudaranya yang katanya di luar negeri? " balas Fatwa ikut penasaran. Mereka berdua berjalan menyusuri celah - celah makam tempat bersemayam para manusia dalam keabadian. Lelaki yang dimaksud Dimas sedang jongkok dan menghadap makam, dari belakang terlihat jelas jika lelaki tersebut tengah menaburkan bunga. "Permisi… " sapa F

