Esok harinya ketika Fatwa keluar dari kamar, dia berpapasan dengan Bian dan Clara yang keduanya sama - sama basah rambutnya. "Astaga, kenapa aku yang merasa malu begini? " batin Fatwa. "Kakak ipar, dimana Aurel? " sapa Clara. "Eh… Sedang sarapan sama papanya. Oh iya, semalam ponsel kamu tertinggal. Karena Dimas sudah mengantuk jadi tidak langsung memberikan padamu, " jawab Fatwa. Clara seketika gugup, dan Fatwa juga paham. "Kalau begitu aku ke bawah duluan ya," pamit Fatwa. "Iya, Terima kasih, " jawab Clara. Tiba - tiba saja saat menuruni tangga Fatwa melamun, padahal dia dan Dimas sudah menikah tetapi dirinya masih saja jual mahal. Bahkan belum pernah sekalipun dia menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Fatwa melirik ke Dimas yang begitu sabar menyuapi Aurel, hatin

