Awalnya Dimas tidak ingin menceritakan mengenai Umami, tetapi dia merasa tidak enak seolah menyembunyikan sesuatu. Dan Dimas juga takut jika di masa depan Umami bisa saja seperti Lucia yang melakukan segala cara untuk mendapatkannya tidak memandang dirinya yang sudah punya istri atau tidak. "Sayang, apa kamu sudah tidur? " sapa Dimas lembut. "Belum, kenapa? " tanya Fatwa membuka kedua matanya. "Aku mau cerita padamu, tapi aku harap kamu jangan marah ya? " pinta Dimas. "Iya, selagi kamu tidak punya salah kenapa aku harus marah? " jawab Fatwa santai. "Jadi begini, tadi siang Umami mendatangiku di kantor cabang. Dan dia mengungkapkan jika selama ini mencintaiku. Karena itulah pernikahan dia tidak bahagia, menurut aku karena dia sendiri yang tidak membuka hati untuk sang suami. Tapi

