75. Menghadapi Dengan Tenang

1016 Words

Fatwa sungguh kesal sekali, suaminya benar - benar mengerjainya tanpa ampun. Akhirnya dia yang sudah dibuat begitu lemasnya menunda sarapan dan Dimas juga telat berangkat ke kantor. "Aku lapar sekali, " keluh Fatwa. "Akan aku telpon kan bibik untuk membawa kan sarapan kemari sekarang juga, " jawab Dimas tersenyum puas. "Jangan! Memalukan sekali deh. Aku mau mandi dulu setelah itu baru sarapan di ruang makan, " sela Fatwa. "Aku ikut, " timpal Dimas. "Tidak, atau kalau kamu mau mandi duluan silahkan. Lagian kamu juga harus ke kantor, " tolak Fatwa secara lembut. "Kenapa kamu tidak mau mandi bersama denganku? Bukankah kita sudah sering melakukannya? " tanya Dimas heran. "Karena aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu, " jawab Fatwa kesal. "Makanya, jangan pernah mengejek aku tua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD