Hari Minggu pagi Dimas tidak bekerja, bingung mau apa setelah sarapan mengajak keluarganya untuk bersepeda. "Sayang, ayo kita bersepeda, " ajak Dimas. "Aku mau, tapi aku tidak bisa, " jawab Fatwa sedih. "Tenang saja, aku sudah menyiapkan sepeda two in one untuk kita, " balas Dimas tertawa. "Kapan kamu menyiapkannya? " pekik Fatwa kaget. "Rahasia dong," goda Dimas. "Ah begitu, " gumam Fatwa kesal menahan rasa penasaran nya. "Papa, Aurel ikut ya? " sela Aurel. "Tentu saja, " jawab Dimas mengelus poni Aurel. "Terus Adek bagaimana?" tanya Aurel memastikan. Dimas tersenyum, sebab Aurel selalu perhatian pada adeknya. "Adek kamu kan sedang tidur, jadi tidak usah di ajak saja. Besok kalau sudah besar, " balas Dimas. Aurel mengangguk tanda paham kemudian menghabiskan makanan

